SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mencatat saat ini terdapat 4.260 kelompok tani (poktan).
Perinciannya, 3.371 poktan laki-laki dan 889 poktan perempuan. Namun, jumlah poktan tersebut tidak diimbangi jumlah tenaga penyuluh.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, jumlah penyuluh di bawah naungan institusinya saat ini sebanyak 124 orang.
Jumlah tersebut sangat kurang karena Kota Keris memiliki 332 desa yang tersebar di 27 kecamatan.
”Idealnya, satu desa satu penyuluh. Sehingga, bisa lebih fokus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani,” katanya.
Menurutnya, jika mengacu pada jumlah desa yang ada, Sumenep kekurangan 208 tenaga penyuluh.
Karena itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk bisa menambah tenaga penyuluh.
”Keberadaan tenaga penyuluh sangat penting untuk kemajuan sektor pertanian. Sebab, selain dapat memberikan motivasi agar petani berusaha lebih baik, para penyuluh juga bisa memfasilitasi petani yang ingin mendapatkan solusi atas permasalahan di sektor pertanian,” paparnya.
Dijelaskan, selama ini para penyuluh melakukan kunjungan ke tiap-tiap poktan mulai Senin hingga Kamis.
”Sedangkan pada hari Jumat dimanfaatkan untuk mengevaluasi hasil penyuluhan atau mengadakan diklat untuk menambah pengetahuan petani,” ulasnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti