Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPUTR Sumenep Bakal Bangun SPAM di Lokasi Baru

Ina Herdiyana • Selasa, 6 Agustus 2024 | 01:13 WIB

 

BELUM DIFUNGSIKAN: Pengerjaan proyek SPAM Hippam Batu Guluk, Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Rabu (4/10/2023). (DOK/JPRM)
BELUM DIFUNGSIKAN: Pengerjaan proyek SPAM Hippam Batu Guluk, Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Rabu (4/10/2023). (DOK/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Polemik proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) Batu Guluk di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, belum menemui titik terang.

Karena itu, Dinas Pekerjaan  Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep memutuskan untuk melakukan pembangunan di lokasi lain.

Salah satu pertimbangannya, meski beberapa kali dilakukan mediasi antara para pihak, tetap tidak ditemukan solusi.

Pemilik tanah bersikukuh tidak mengizinkan proyek pembangunan SPAM tersebut berada di tanahnya. Padahal, proyek itu terealisasi 90 persen.

Proyek tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumenep 2023.

Proyek dengan pagu anggaran Rp 600 juta tersebut dikerjakan oleh CV Gontor Emas yang beralamat di Jalan Diponegoro, Sumenep.

Penandatanganan kontrak poryek tersebut sudah dilakukan 18 Juli 2023 dengan nilai Rp 585.599.000. Pengerjaan proyek itu saat ini tinggal pemasangan tendon.

Namun, pemilik tanah tidak menyetujui kelanjutan proyek tersebut. Akibatnya, hingga saat ini proyek yang menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut dibiarkan mangkrak.

Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Sumenep Dedi Falahuddin mengatakan, institusinya sudah berulang kali berkoordinasi dengan pemilik tanah.

”Kami sudah rapat dengan camat, polsek, koramil, pemerintah desa, dan pemilik tanah. Tapi, tetap tidak ada solusi,” katanya.

Karena tidak ada kesepakatan, institusinya mengambil sikap dan membangun SPAM di lokasi baru. Ada tiga lokasi baru yang sudah ditetapkan institusinya.

”Tapi, sampai sekarang belum ditentukan akan dibangun di mana,” ucap Dedi.

Dedi menuturkan, pihak rekanan sangat dirugikan akibat polemik tersebut. Sebab, harus membangun dari titik nol.

”Pemborong jelas dirugikan. Tapi, mereka tidak jadi masalah meski bangun dari awal di lokasi yang baru,” imbuhnya. (iqb/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#Kangean #spam #arjasa #DPUTR Sumenep