SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep sudah membentuk tim pengendali inflasi daerah (TPID).
Salah satu OPD di dalam TPID adalah ada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep.
Kabag Perekonomian SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, TPID sepanjang tahun 2024 sudah puluhan kali melakukan operasi pasar.
Saat razia, mengecek harga beras, gula, dan lain-lain. ”Kami hitung setidaknya sudah 10 kali melakukan operasi pasar,” katanya.
Dadang kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menyatakan, operasi pasar tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan.
Namun, juga menyasar pasar-pasar di kecamatan. ”Untuk kepulauan, kami juga punya tim,” ujarnya.
Dia menjelaskan, inflasi selalu menjadi masalah serius yang berdampak pada perekonomian daerah dan masyarakat.
Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan mengendalikan inflasi. ”Salah satu dampak inflasi adalah membuat daya beli masyarakat turun,” ucapnya.
Dadang menambahkan, ada beberapa hal yang dilakukan TPID dalam menekan inflasi.
Pertama, bekerja sama dengan Bulog Subdivre Madura untuk menyalurkan bantuan cadangan pangan (BCP) kepada keluarga rentan stunting (KRS) dan keluarga penerima manfaat (KPM).
”Kedua, melibatkan perbankan dalam program pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) untuk permodalan,” pungkasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti