SUMENEP, RadarMadura.id – Kapal Tanker SPOB MT Seroja 3 masih berada di perairan Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Selasa (12/3).
Sebab, kapal tanpa muatan tersebut belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk.
Bagian Kesyahbandaran Wilayah Kerja Kangean UPP Kelas III Sapeken Jaenal mengatakan, Kapal Tanker SPOB MT Seroja 3 tersebut sudah berada di perairan Kangean sejak Sabtu (9/3).
Kapal itu terbawa arus dan kandas. Kapal tersebut rencananya akan dievakuasi pada Selasa (12/3) sekitar pukul 10.00.
Namun, hingga pukul 16.00 upaya tersebut tidak bisa dilakukan karena air masih surut. ”Kapalnya belum bisa ditarik karena belum pasang,” katanya.
Jaenal mengungkapkan, kapal tersebut rencananya akan ditarik menggunakan kapal hingga ke tengah laut.
Kemudian, akan melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Gresik. ”Rencannya akan ditarik menggunakan Kapal Bintang Mutiara 27,” ucapnya.
Menurut Jaenal, Kapal Tanker SPOB MT Seroja 3 harus ditarik terlebih dahulu ke tengah perairan.
”Kalau mesinnya normal. Tapi, karena posisinya kandas, jadi harus ditarik dulu,” ulasnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, kapal tanker yang dinakhodai Herman itu ditemukan warga Pulau Kangean pada Sabtu (9/3).
Saat ditemukan, kondisi cuaca memang sangat buruk dengan ketinggian ombak antara 2,5 meter sampai 3,4 meter.
”Kemungkinan kapalnya terseret ombak dan kandas di Kangean,” katanya.
Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima polisi, kapal tersebut berangkat dari Makassar dengan tujuan Gresik.
Namun, dalam perjalanan dihantam ombak dan terseret hingga perairan di sebelah Tanjung Tinggi, Pulau Kangean.
”Tepatnya pada posisi koordinat 06°50, 054'S/115° 13, 656'E. Saat ditemukan, kapal nihil muatan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ucap Widiarti. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti