Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jangan Kucilkan ODHA, Dinkes Sumenep Minta Penderita Rutin Berobat dan Tidak Kecil Hati

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 19 Desember 2023 | 20:59 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (JawaPos.com)
Ilustrasi HIV/AIDS. (JawaPos.com)

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) di Sumenep cukup tinggi. Berdasar data yang dihimpun dari dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes P2KB), jumlahnya mencapai 68 orang. Padahal, tahun lalu hanya 59 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, pada 2022, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumenep sebanyak 59 orang dan delapan di antaranya meninggal. Khusus tahun ini terdapat 68 penderita dan 14 di antaranya meninggal.

Menurut dia, jumlah tersebut memang tidak sebanyak pada 2019. Sebab, pada 2019, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 106 orang dan 16 orang di antaranya meninggal. Pada 2020, jumlah ODHA di Kota Keris menyusut menjadi 51 orang dan enam orang di antaranya meninggal. Pada 2021, sebanyak 45 orang dan 11 orang di antaranya meninggal.

”Kami minta para ODHA tidak mudah berputus asa, tidak perlu berkecil hati. Sebab, jika rutin berobat, kesehatannya akan terjaga. Tolong masyarakat jangan mengucilkan ODHA,” pintanya.

Dijelaskan, sampai saat ini belum ditemukan obat yang menyembuhkan HIV/AIDS. Tapi dengan rutin berobat, dia mengeklaim kesehatan penderita bisa tetap terjaga.

”Satu hal yang perlu kami sampaikan, petugas kesehatan akan menjaga identitas penderita agar yang bersangkutan tidak dikucilkan,” pungkasnya.

Salah satu dokter yang masuk dalam tim penanggung jawab HIV/AIDS dr Resha Dwi Ariyanti Rachim mengatakan, kasus ODHA seperti fenomena gunung es. Artinya, jumlah di lapangan bisa saja lebih banyak. Sebab, masyarakat belum menjalani screening HIV.

”Atau, ada warga yang terjangkit, tapi enggan berobat dan memilih untuk tidak memberi tahu. Sebab, khawatir mendapat perilaku yang kurang menyenangkan,” kata Plt Kepala Puskesmas Pandian itu. (via/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sumenep #Terjangkit #HIV/AIDS #penderita #Dinkes P2KB #ODHA