SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memiliki perhatian besar terhadap wilayah kepulauan Madura.
Terutama, pembangunan di bidang infrastruktur. Pada 2023, Pemprov Jatim meresmikan dua dermaga pelabuhan.
Pertama, dermaga Pelabuhan Dungkek. Kemudian, kedua dermaga Pelabuhan Gili Iyang di Kabupaten Sumenep.
Dana yang dikucurkan, baik untuk pembangunan maupun revitalisasi dermaga pelabuhan tidak sedikit.
Pada 2019, Pemprov Jatim mengalokasikan dana Rp 60 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Dana Rp 41,6 miliar untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Dungkek dan Rp 17,9 miliar untuk Pelabuhan Gili Iyang. Selanjutnya, direvitalisasi oleh Pemkab Sumenep pada 2020.
Panjang trestle Pelabuhan Dungkek 140 meter dengan lebar mencapai 7 meter. Panjang jetty-nya lebih kurang 42 meter dan lebar 8 meter.
Ditunjang dengan berbagai fasilitas, seperti kantor, terminal penumpang, parkir, genset, dan tandon air.
Sementara untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang dinyatakan selesai pada 2022.
Panjang trestle dari pelabuhan ini 195 meter dengan lebar 3,5 meter. Sedangkan panjang jetty mencapai 33 meter dengan lebar 8 meter.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Diperkimhub) Sumenep Imam Afif Rosidi menerangkan, dermaga Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang memberikan manfaat yang sangat positif. Untuk sementara yang paling tampak adalah dari sektor pariwisata.
”Artinya, pengoperasiannya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan wisata di Pulau Oksigen, yang kadar udaranya 20,9 persen menempati urutan kedua setelah Yordania,” terang dia.
Ke depan, Pemkab Sumenep akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jatim proyeksi untuk transportasi antarpulau bisa segera terealisasi. Baik dari Dungkek ke Arjasa, Sapudi, Masalembu, dan lain sebagainya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa dermaga Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang milik masyarakat.
Revitalisasi dilakukan Pemprov Jatim untuk melancarkan mobilitas masyarakat dan jasa, sekaligus mendorong arus wisata dan perekonomian daerah.
”Gili Iyang adalah anugerah yang luar biasa bagi Bumi Madura, Bumi Jawa Timur, Bumi Indonesia. Ini menjadi wisata kesehatan yang luar biasa di luar wisata goa dan pantai,” ucapnya.
Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu berharap semua pihak bertanggung jawab dan merawat Dungkek dan Gili Iyang. Terutama menjaga kelestarian alam sekitarnya.
”Pemaksimalan potensi sekitar sepenuhnya harus menguntungkan masyarakat lokal. Dengan demikian, pembangunan pelabuhan berdampak nyata mendongkrak ekonomi di Sumenep,” tandasnya. (di/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia