SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep mengajukan anggaran perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) destinasi wisata. Anggaran itu diajukan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK), tetapi tidak disetujui.
Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan menyampaikan, anggaran perbaikan sarpras itu diajukan Rp 1 miliar. Dia sangat berharap pengajuan itu diterima. Sebab, sejumlah sarpras di beberapa destinasi wisata memang perlu diperbaiki.
Namun, pengajuan tersebut belum disetujui. Akibatnya, perbaikan sarpras itu belum bisa dilaksanakan tahun ini. ”Karena keterbatasan anggaran, makanya belum teralokasi,” katanya, Selasa (29/8).
Meski demikian, Iksan tetap bersikukuh memperbaiki sebagian sarpras destinasi wisata. Yakni, menggunakan anggaran pemeliharaan kantor yang terakomodasi di APBD perubahan. ”Nanti kami akan menggunakan tambahan anggaran pemeliharaan kantor itu untuk memperbaiki sarpras wisata,” terangnya.
Alokasi anggaran pemeliharaan kantor yang tercantum dalam APBD perubahan itu sebesar Rp 50 juta. Semua anggaran tersebut direalisasikan penuh untuk biaya perbaikan sarpras wisata. ”Seperti di Pantai Lombang, sangat perlu sarpras di sana diperbaiki,” ujarnya.
Mantan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu menargetkan, perbaikan sarpras wisata tuntas sebelum Desember. Tujuannya, agar pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 semua sarpras sudah layak dan pengunjung puas. ”Target kami, saat Nataru sarpras wisata sudah bagus,” ucapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin memberikan keterangan berbeda. Dia mengatakan, pengusulan anggaran perbaikan sarpras wisata tidak tercantum dalam kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS). ”Kalau tidak diusulkan oleh eksekutif, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Namun, mengacu pada kondisi sarpras wisata yang sudah rusak parah, legislatif tetap mendesak disbudporapar melakukan perbaikan. Sebab, kondisi sarpras itu berkaitan erat dengan kepuasan pengunjung wisata. ”Saya harap tahun ini tetap dilakukan perbaikan,” harapnya. (bus/pen)
Editor : Ina Herdiyana