Pemilik Kapal Tongkang Karjon Joni Kusnardi menuturkan, selama beberapa hari ini memilih tidak beroperasi. Itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena ada penyempitan tempat berlabuh pasca ada pembangunan dermaga yang dilakukan pemerintah pusat.
”Itu membuat saya rugi. Sebab, bisa saja kapal yang parkir menyenggol kapal lain saat angin kencang dan ombak besar,” ucapnya.
Menurut Joni Kusnardi, sekarang terdapat tiga kapal yang beroperasi. Seharusnya hanya ada dua kapal yang beroperasi untuk menghindari gesekan di perairan saat menyeberangkan penumpang. ”Siapa yang mau bertanggung jawab kalau kapal serempetan dengan kapal lain dan rusak. Makanya, pemerintah harus mencarikan jalan keluar,” pintanya.
Dijelaskan, Pemkab Sumenep harus memperhatikan jadwal operasi kapal. Idealnya, kata Joni Kusnardi, setiap hari seharusnya hanya dua kapal yang melayani rute Kalianget ke Talango atau sebaliknya. ”Sampai sekarang pemilik kapal dan pemerintah belum duduk bersama untuk mencari solusi, bagaimana caranya agar kami tidak merugi,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Penyeberangan Pelabuhan Kalianget Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Provinsi Jawa Timur Tarto Syaifullah mengeklaim jika pembangunan dermaga yang dilakukan institusinya tidak mengganggu kapal tongkang berlabuh. Sebab, lokasi proyek sudah berada di titik yang benar. ”Selama ini kapal tongkang masih leluasa bergerak. Tidak berpengaruh ke kapal tongkang,” katanya.
Tarto Syaifullah mengaku belum tahu mengenai progres pembangunan dermaga tersebut. Sebab, pihak ketiga yang mengerjakan, dan proyek itu langsung dikendalikan oleh pemerintah pusat. ”Memang kewenangan kami, tapi itu kan proyek dari pusat,” tandasnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Moh. Jakfar mengatakan, pengoperasian kapal tongkang sudah ada jadwalnya. setiap hari terdapat tiga kapal yang beroperasi, dan satu kapal istirahat.
”Kapal tongkangnya kan saat ini ada empat unit. Izin mereka lengkap. Jadi, saya tidak adil kalau berpihak ke salah satu pemilik kapal tongkang. Karena itu, harus beroperasi semua sesuai jadwal yang ada,” tegasnya. (iqb/yan) Editor : Abdul Basri