Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

110 PMI Lapor Pulang

Abdul Basri • Sabtu, 30 Mei 2020 | 01:45 WIB


SUMENEP ­– Meski jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Sumenep cukup banyak, tapi yang melapor instansi terkait hanya segelintir orang. Buktinya, jumlah PMI yang melakukan pelaporan pada masa pandemi Covid-19 hanya 110 orang.


Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep Moh. Zaini membenarkan hal tersebut. Sejak 25 Maret hingga 28 Mei 2020, tercatat ada 110 PMI yang pulang kampung dan melakukan pelaporan ke instansinya. ”Padahal, di Sumenep ada sekitar 500 PMI yang pulang kampung. Tapi, banyak yang tidak melapor,” ujarnya.


Menurut Zaini, PMI yang pulang ke Sumenep ditempatkan di rumah peduli sosial (RPS) untuk sementara waktu. Mereka diisolasi tidak sampai 14 hari. ”Pada Rabu (27/5) lalu kami memulangkan tiga PMI ke kepulauan. Kemarin kan ada kapal, jadi mereka langsung dipulangkan,” imbuhnya.


Dijelaskan, pihaknya memiliki alasan kenapa tidak melakukan isolasi 14 hari. Salah satu pertimbangannya, karena PMI sudah diisolasi saat mereka transit di beberapa daerah. Karantina 14 hari dilakukan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau dan Pontianak, Kalimantan Barat. Saat tiba di Surabaya, para PMI  juga dikarantina.


”Saat pemulangan, semua PMI mengantongi surat keterangan sehat. Namun, PMI tetap dianjurkan melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya masing-masing,” kata Zaini.


Ditambahkan, ada beberapa alasan kenapa PMI dipulangkan ke negara asal. Di antaranya karena masa cuti di tempat kerja dan deportasi. ”Para PMI memiliki kesalahan di tempat kerja, karena itu dipulangkan paksa ke negara asal. Tapi, ada juga yang pulang secara mandiri,” ungkap Zaini.


Dari 110 PMI, sambung Zaini, tidak hanya bekerja di Malaysia. Ada juga yang bekerja di Brunei Darussalam dan Arab Saudi. Selain PMI, ada sebagian yang mahasiswa. Para PMI biasanya bekerja di jasa konstruksi, konfeksi, dan sektor usaha lainnya. Kebanyakan dari kepulauan seperti Arjasa, Kangayan, dan pulau lainnya.


”Ada juga mahasiswa asal Desa Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk yang berada di Arab Saudi,” tandasnya. (mi)


Editor : Abdul Basri
#sumenep #pekerja migran indonesia