Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kota Tua, Salah Satu Bangunan Bersejarah di Sumenep Harus Dilestarikan

Administrator • Selasa, 31 Maret 2020 | 15:36 WIB



SUMENEP - Di Pulau Garam, Kalianget termasuk kawasan yang memiliki bangunan eksotik. Kawasan itu dikenal sebagai Kota Tua. Kota tersibuk di selat Madura. Terletak di bagian timur Kota Sumenep.



Kota Tua menjadi bukti sejarah saat Sumenep Maju pada masa lalu. Wilayah ini dikuasai industri garam rakyat. Perdagangan saat itu dimonopoli Pemerintah Hindia-Belanda.



Buktinya, ada ladang percontohan produksi garam  yang dibangun pada tahun 1918 di Nambakor dan Pelabuhan Gresik Putih yang dibangun pada tahun 1925.



Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep Tadjul Arifien R. menuturkan, adanya pabrik tersebut cikal bakal terbentuknya pencetakan garam briket. ”Garam tersebut difortifikasi dengan yodium dan digunakan untuk mengatasi penyakit gondok,” ucapnya.



Monopoli pemerintah Hindia-Belanda diperkuat dengan upaya membeli ladang rakyat untuk perluasan daerah pembuatan garam. Pemerintah Hindia-Belanda lalu membangun jalan kereta api rute Kamal-Kalianget pada tahun 1897.



”Tujuannya, untuk memperlancar transportasi darat,” ucap pegiat sejarah itu. 



Saat jaman Jepang, sambung Tadjul, jalur lalu lintas Kamal-Pamekasan yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi Madura. ”Untuk Kalianget diarahkan ke pinggir papas,” tukasnya.



Bangunan-bangunan tersebut dikerjakan oleh rakyat secara paksa. Pembangunan yang konon untuk kesejahteraan masyarakat, kenyataannya menimbulkan penderitaan untuk rakyat.



”Hasilnya banyak dinikmati kaum penjajah. Rakyat dijajah dan hanya kerja saja,” pungkasnya.



Saat ini, masih ada sisa-sia bangunan model Eropa. Termasuk peninggalan perumahan karyawan Pabrik Garam Tempo Deoloe. Termasuk bangunan menara air, kantor induk, kamar lonceng, taman merdeka, gedung gerak, benteng senjata, dan lainnya.



Peninggalan-peninggalan tempo dulu tetap dilestarikan dan jangan dirusak. Nanti bisa bermanfaat bagi generasi muda. Bangunan tersebut akan menjadi cagar budaya dan sejarah Kota Keris. (Ami)

Editor : Administrator
#sumenep #pulau garam #madura #kalianget