Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Campor Lenteng yang Bikin Ketagihan

Abdul Basri • Sabtu, 19 Mei 2018 | 22:20 WIB
Campor Lenteng yang Bikin Ketagihan
Campor Lenteng yang Bikin Ketagihan

SUMENEP – Berbicara kuliner Sumenep, tak lengkap jika tidak memasukkan campor Lenteng dalam daftar menu pilihan. Campor dengan ciri khas bumbu kacang itu cukup maknyus. Sekali mencoba, pembeli akan ketagihan.


Banyak warga yang berjualan campor di Kecamatan Lenteng. Salah satunya, Rawiyatun. Perempuan yang akrab disapa Ma’ Rawi’ itu sudah puluhan tahun berjualan campor Lenteng.


Ma’ Rawi’ berjualan di warung pinggir Jalan Raya Lenteng–Sumenep. Tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Warung itu berdekatan dengan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum.


”Saya jualan campor sejak anak saya duduk di sekolah dasar. Sekarang anak saya sudah lulus kuliah dan bekerja,” kata Ma’ Rawi’ memulai pembicaraan kemarin (18/5).


Perempuan kelahiran 1976 itu menambahkan, dirinya belajar membuat campor secara otodidak. Meski demikian, pelanggan di warung tersebut cukup banyak. Mulai dari kalangan siswa, guru, pegawai negeri sipil (PNS), hingga para wisatawan. ”Setiap hari ada ratusan orang yang beli di sini,” tegasnya.


Untuk membuat campor tidak sulit. Tinggal sediakan bahan-bahan yang dibutuhkan. Di antaranya, ketupat, suun, bumbu kacang, dan kuah. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di pasar atau di toko-toko peracangan.


Untuk pembuatannya, bumbu kacang dicampur petis, cuka, garam, dan penyedap rasa. Sedangkan kuah campur berbahan bumbu bawang merah, bawang putih, kayu manis, jahe, pala, serta merica. Bumbu-bumbu tersebut diulek sampai halus.


”Agar terasa tambah maknyus bisa ditambah bawang daun goreng dan kecambah goreng. Kuahnya juga bisa diberi urat daging sapi,” tambahnya. Meski terbuat dari bahan biasa, rasa campor Lenteng selalu menggugah selera.



 


 

Editor : Abdul Basri