PAMEKASAN, RadarMadura.id – Persiapan Persepam U-17 menuju Piala Soeratin tidak hanya berfokus pada latihan. Manajemen juga mulai memetakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Evaluasi terbesar tertuju pada kondisi fisik pemain. Mayoritas talenta muda yang mengikuti seleksi dinilai belum berada pada level kebugaran ideal untuk menghadapi kompetisi.
Manajer Persepam Abd. Razak mengatakan, hampir seluruh pemain masih membutuhkan peningkatan fisik. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama tim pelatih selama masa persiapan.
”Para pemain masih banyak yang perlu dibenahi. Terutama dari aspek fisik, semuanya masih di bawah rata-rata. Sehingga, perlu terus kita perbaiki sebelum kompetisi resmi bergulir,” katanya.
Menurut Razak, menurunnya kondisi fisik pemain tidak lepas dari minimnya kompetisi sepak bola usia muda di Bumi Gerbang Salam. Akibatnya, banyak pemain kehilangan ritme pertandingan.
Baca Juga: Aktivis Layangkan Surat ke Inspektorat Pamekasan, Desak Jatuhkan Sanksi kepada Penyalah Guna Mobdin
”Karena kompetisi internal sudah lama tidak digelar, anak-anak yang sebenarnya punya kualitas justru kondisi badannya mulai menggemuk. Ini yang harus kami benahi,” ucapnya.
Razak menilai, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya dengan menggelar seleksi saat kompetisi akan dimulai. Menurut dia, kompetisi internal harus rutin digelar agar kualitas pemain terus terjaga.
Dengan kompetisi yang berjalan rutin, Persepam tidak lagi kesulitan mencari pemain saat menghadapi agenda nasional. Tim hanya tinggal memilih pemain yang sudah siap bersaing.
”Ke depan, kompetisi internal setiap kelompok umur harus sering dilaksanakan seperti di kota-kota lain. Kalau ada putaran nasional yang harus kami ikuti, Persepam sudah siap dengan pemain-pemain terbaiknya,” tegasnya. (afg/yan)
Editor : Anis Billah