SURABAYA, RadarMadura.id – Proses regenerasi di tubuh Kickboxing Indonesia (KBI) Pamekasan mulai menunjukkan hasil.
Atlet-atlet muda yang dipersiapkan sebagai pelapis mampu bersaing di arena dan membawa pulang medali dari ajang yang mereka ikuti.
Pelatih KBI Pamekasan Lexsi Yohanes S. Warouw menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet.
Menurut dia, kemampuan para petarung muda terus berkembang, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
Salah satu sorotan datang dari Rendy Aditia Krisnanda Putra. Petarung kelas 51 kilogram itu menjalani debutnya di Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya di Gelora Pancasila Surabaya, Jumat–Minggu (26–28/6).
“Meski baru kali pertama naik ring, Rendy mampu mengamankan medali perunggu. Ini menjadi catatan awal bagi KBI Pamekasan bahwa pembinaan atlet muda harus diperkuat,” tutur Lexsi.
Sementara itu, M. Fakhry Ar Rahman kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih medali perak di kelas 44 kilogram.
Wahyu Hidayah juga menyumbang medali perunggu di kelas 67 kilogram.
Berbeda dengan Rendy, Fakhry, dan Wahyu sebelumnya sudah pernah merasakan atmosfer pertandingan.
Lexsi mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut dia, para atlet mampu menerapkan pola bertanding yang selama ini diasah dalam latihan, terutama saat membangun serangan dan mengantisipasi tekanan lawan.
“Hasilnya cukup memuaskan. Keterampilan menyerang dan bertahan mereka berkembang. Untuk Rendy, meski baru pertama kali bertanding, dia mampu tampil percaya diri dan meraih medali,” ujarnya.
Dia menegaskan, hasil tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas atlet.
Tim pelatih akan mengevaluasi setiap penampilan dan mengasah kemampuan mereka agar lebih siap menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
“Regenerasi harus terus berjalan. Atlet-atlet ini masih akan kami asah agar kemampuannya semakin matang dan bisa bersaing di ajang yang levelnya lebih tinggi,” pungkas Lexsi. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri