PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembinaan Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Pamekasan tak cukup hanya dengan latihan. Arena pertandingan menjadi alat ukur utama untuk mengukur kemampuan atlet.
Pelatih IBCA MMA Pamekasan Abisibah menegaskan, uji tanding menjadi kebutuhan mutlak dalam proses pembinaan. Menurut dia, latihan tanpa kompetisi tidak cukup untuk membaca kemampuan atlet secara objektif.
”Setiap penampilan atlet bakal dijadikan bahan evaluasi menyeluruh. Fokus penilaian tidak semata-mata pada menang atau kalah, melainkan konsistensi performa, ketahanan stamina, serta ketepatan mengambil keputusan di arena,” ujarnya.
Para petarung Pamekasan itu akan diturunkan pada Sirkuit 1 IBCA MMA Jawa Timur. Ajang ini dimanfaatkan untuk memetakan kekuatan lawan sekaligus mengukur standar fisik atlet di tingkat provinsi.
Abisibah menyebut, hasil dari kompetisi tersebut akan menjadi acuan tes parameter dan seleksi fisik KONI Jawa Timur. Tahapan tersebut menjadi syarat utama bagi atlet yang ingin masuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri.
Dia menegaskan, pembinaan atlet IBCA MMA Pamekasan dirancang berjenjang dan berkesinambungan. Dia memastikan setiap kejuaraan bisa dijadikan sebagai sarana evaluasi untuk memetakan kekuatan atlet.
”Program latihan saat ini difokuskan pada penguatan fondasi. Daya tahan, kekuatan, kecepatan, serta ketahanan mental bertanding yang menjadi prioritas utama pembinaan,” tegas pelatih yang juga seorang guru itu. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri