SUMENEP, RadarMadura.id - Sebanyak 10 sekolah dasar (SD) rusak akibat gempa bermagnitudo 6.0 pada Selasa (30/9).
Gedung sekolah yang rusak terletak di Pulau Sapudi.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep memastikan perencanaan perbaikan sekolah akan tuntas akhir tahun ini.
Gedung sekolah yang rusak tersebar di dua kecamatan.
Yakni, di Kecamatan Gayam, yang terdampak ada SDN Gayam 1, SDN Gendang Barat 1, SDN Gendang Barat 3, SDN Karang Tengah, SDN Gendang Timur 3, dan SDN Nyamplong. Sementara di Kecamatan Nonggunong, yang terdampak gempa ada SDN Sokaramme Paseser 1, SDN Sokaramme Paseser 3, SDN Sokaramme Timur 1, dan SDN Talaga 2.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi mengatakan, pihaknya tidak dapat merehabilitasi semua sekolah pada tahun ini.
Sebab, anggaran di institusinya terbatas. ”Kami berusaha perencanaannya tuntas akhir tahun ini. Sehingga, awal tahun 2026 sudah bisa dikerjakan,” katanya.
Ali mengungkapkan, meski rusak terdampak gempa, gedung sekolah tidak dapat direhabilitasi dengan dana bencana.
Sebab, bangunan tersebut terkategori rusak ringan. ”Gedung sekolahnya masih bisa ditempati, sambil lalu menunggu perbaikan,” ujarnya.
Dijelaskan, setelah melapor kepada bupati, perbaikan tersebut akan diusulkan melalui kementerian terkait.
”Semua sekolah yang rusak diusulkan untuk diperbaiki. Dananya bisa dari kementrian langsung, APBN, maupun APBD bila memungkinkan,” tandasnya.
Sekadar Diketahui, gempa berkekuatan 6.0 magnitudo mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa (30/9) pukul 23.49. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur, dengan kedalaman 11 kilometer.
Pusat gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Kabupaten Sumenep dan tidak berpotensi memicu tsunami.
Namun, guncangan gempa dirasakan oleh mayoritas masyarakat Sumenep. Saat kejadian, warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri