PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII bukan sekadar kompetisi.
Tetapi, juga menjadi ruang aktualisasi dan penunjukan jati diri bagi para atlet. Terutama bagi insan olahraga Pamekasan.
Pamekasan menyumbang enam medali untuk kontingen Jawa Timur di kompetisi tingkat nasional tersebut.
Sementara, Cabang Organisasi Olahraga Masyarakat (COOM) panahan menjadi penyumbang terbanyak dengan total empat medali.
Ketua Panahan Pamekasan Mohamad Alwi percaya bahwa raihan prestasi tersebut menjadi bukti kerja keras dan konsistensi para atlet.
Karena itu, dia mengapresiasi proses dan hasil atlet dalam kejuaraan yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Alwi memaparkan, medali emas diraih oleh M. Taufik di kategori tradisional busur bebas kelas usia 18 tahun.
Medali emas juga dipersembahkan oleh Mohammad Zayyad yang bertanding di kategori beregu campuran putra.
”Kemudian, medali perak disumbangkan oleh Sugianto di kategori tradisional busur bebas kelas umum putra serta medali perunggu berhasil diraih oleh Hamdani di kategori tradisional busur bebas kelas umum campuran,” ucap Alwi.
Alwi menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama baik Pamekasan.
”Ini bukan sekadar kemenangan, tapi pembuktian bahwa atlet daerah juga mampu bersaing secara nasional di kemudian hari,” sambungnya.
Pria yang juga kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan itu berharap prestasi tersebut bisa menjadi pelecut semangat bagi atlet untuk lebih baik lagi.
Yakni, dengan konsisten berlatih untuk mempertajam kemampuan. (afg/luq)
Editor : Amin Basiri