Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Persid Jember Hentikan Langkah Persesa Sampang, Harus Puas di Babak 32 Besar Liga 4 Jatim

Berta SL Danafia • Sabtu, 25 Januari 2025 | 06:03 WIB
ANDALAN: Pemain Persesa Sampang (hijau) berusaha merebut bola yang dikuasai pemain Persid Jember pada babak 32 besar Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jumat (24/1). (PERSESA UNTUK JPRM)
ANDALAN: Pemain Persesa Sampang (hijau) berusaha merebut bola yang dikuasai pemain Persid Jember pada babak 32 besar Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jumat (24/1). (PERSESA UNTUK JPRM)

BANYUWANGI, RadarMadura.id – Laga puncak babak 32 besar Liga 4 Jatim grup AA mempertemukan Persesa Sampang melawan Persid Jember Jumat (24/1).

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Diponegoro itu menjadi laga terakhir Persesa Sampang. Laskar Trunojoyo tidak bisa melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya.

Sepanjang 45 menit babak pertama, pertandingan kedua tim berlangsung sengit. Baik Persesa Sampang maupun Persid Jember saling berbagi serangan untuk mencetak gol.

Pada menit ke-33, pemain belakang Laskar Trunojoyo melakukan foul (pelanggaran) terhadap pemain Persid Jember di area kotak penalti.

Akibatnya, wasit menghadiahi kartu kuning kepada Rojas Abadi dan menunjuk titik putih untuk Persid Jember.

Moh. Hunaifi Azizi yang bertindak sebagai algojo berhasil mencetak gol melalui tendangan penalti tersebut.

Persid Jember kemudian memperbesar margin gol terhadap Persesa Sampang. Mereka menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-41 melalui M. Alfi Syahr Afadilah F.

Skor 2-0 untuk keunggulan Persid Jember bertahan hingga babak pertama selesai.

Di babak kedua, gawang Persesa Sampang kembali dibobol kesebelasan Persid Jember pada menit ke-67 yang juga melalui tendangan penalti.

Salah satu pemain Persesa Sampang melakukan hand ball di kotak terlarang. Mohammad Zulfikar Maliki yang bertindak sebagai algojo sukses melakukan tugasnya.

Persesa Sampang akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di penghujung laga tepatnya pada menit ke-91 melalui kaki Bremora Anzes Damara.

Pelatih Persesa Sampang Wimba Sutan mengatakan, pada laga puncak permainan tim sudah lebih baik dari sebelumnya. Beberapa instruksi pelatih sudah dijalankan.

”Cuma ada beberapa pemain yang melakukan foul di area pertahanan dan membuat penalti,” ucapnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Persid Jember. Dengan demikian, di klasemen akhir Persesa Sampang tetap menjadi juru kunci grup AA.

”Persesa hanya meraih 1 poin. Target saya di laga puncak ini meraih 4 poin jika memenangkan pertandingan untuk pulang ke Sampang,” katanya.

ADU SKILL: Pemain Persesa Sampang (hijau) mencoba mengecoh pemain Persid Jember di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jumat (24/1). (PERSESA UNTUK JPRM)
ADU SKILL: Pemain Persesa Sampang (hijau) mencoba mengecoh pemain Persid Jember di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jumat (24/1). (PERSESA UNTUK JPRM)

Menurut dia, Persesa yang mayoritas pemain lokal Sampang sudah berhasil masuk pada babak 32 besar. Itu merupakan pencapaian luar biasa.

Sebab, sejak awal manajemen Persesa Sampang tidak menargetkan apa-apa, yang penting ikut saja.

”Dalam pertandingan Liga 4 ini, 90 persen Persesa memakai pemain lokal, sudah luar biasa bisa melangkah pada babak 32 besar dan sempat menahan imbang tim tuan rumah Perseba Bangkalan dan Persewangi Banyuwangi,” ujarnya.

Wimba menambahkan, sepak bola Sampang saat ini mulai dilirik oleh seluruh tim di Madura dan Jatim.

Karena itu, Kabupaten Sampang mesti terus mewadahi pemain muda untuk terus dilakukan pembinaan.

”Ke depan mesti terus melakukan persiapan fondasi-fondasi untuk musim berikutnya,” ujarnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan permohonan maaf terhadap pencinta sepak bola Sampang.

Sebab, dia hanya bisa membawa Persesa pada babak 32 besar dan belum bisa melangkah pada babak berikutnya.

”Karena ada beberapa hal yang masih menjadi kendala. Termasuk persiapan yang dilakukan begitu singkat, hanya dua minggu,” katanya.

”Jika persiapan dilakukan tiga bulan sebelum pertandingan, hasilnya mungkin akan berbeda,” imbuhnya.

Wimba menegaskan, pelatih tidak hanya bertugas membawa tim menjadi juara.

Pelatih memiliki tanggung jawab untuk mencetak pemain hebat mulai dari disiplin latihan, kemampuan pemain, dan sebagainya.

”Para pemain Persesa saat ini sudah jauh berkembang lebih baik. Sepak bola Sampang bisa maju jika bersama-sama,” tuturnya.

Antara pemkab, manajemen, dan pemain menyatukan visi memajukan Sampang. Jika itu dilakukan, Sampang akan bisa berbicara banyak di sepak bola Jatim,” tegasnya. (bai/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#Babak #sampang #liga 4 #32 Besar #jember #persid #persesa #jatim