Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Persepam Gagal Tembus 16 Besar Liga 3, Takluk 0-2 dari Baruna FC

Fatmasari Margaretta • Jumat, 12 Januari 2024 | 03:27 WIB

BERDUEL: Penyerang Persepam Pamekasan Ach. Mustaghfir (merah) berebut bola dengan pemain Baruna FC pada laga di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (11/1). (SULAIMAN UNTUK JPRM)
BERDUEL: Penyerang Persepam Pamekasan Ach. Mustaghfir (merah) berebut bola dengan pemain Baruna FC pada laga di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (11/1). (SULAIMAN UNTUK JPRM)
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Langkah Persepam Pamekasan dalam pertandingan Liga 3 Indonesia Wilayah Jawa Timur terhenti.

Laskar Ronggosukowati takluk 0-2 dari  Mitra Bola Utama alias Baruna FC pada laga terakhir penyisihan grup BB babak 28 besar yang berlangsung di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (11/1).

Sepanjang babak pertama, peluang yang diciptakan kedua tim minim. Dua tim sama-sama bermain tertutup dan penuh kehatian-hatian. Pasalnya, laga terakhir ini menentukan tiket ke babak 16 besar.

Baca Juga: Anggaran Revitalisasi Enam Pasar Hanya Rp 200 Juta Setahun, Disperindag Pamekasan Masih Lakukan Kajian Prioritas

Sejak babak pertama, Baruna mendominasi permainan. Bahkan, berhasil unggul pada menit ke-36 melalui tendangan bebas Roby Kriswantoro.

Kiper Persepam Farhat Iqbal Ramadhan gagal mengantisipasi tendangan keras Roby yang menusuk ke sisi kiri gawang.

Alhasil, papan skor berubah 0-1 untuk keunggulan Baruna FC. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, atmosfer pertandingan meningkat. Laskar Ronggosukowati berupaya mengejar ketertinggalan.

Baca Juga: Bangun Sentra Industri Hasil Tembakau, Disperindag Pamekasan Siapkan Anggaran Rp 5 Miliar  

Hanya, mereka tidak mendapat peluang yang berpotensi menjadi gol. Kuatnya lini pertahanan lawan sulit diterobos Maulana Ramadhan atau Arik dan kawan-kawan.

Satu-satunya peluang yang dimiliki Persepam Pamekasan pada menit ke-81. Zaini Dahlan berhasil lepas dari kawalan pemain belakang Baruna FC sehingga memberi umpan terobosan pada Arik.

Sayang, umpan matang itu dipatahkan kiper lawan.

Memasuki injury time, tendangan bebas pemain belakang Baruna melambung tinggi ke jantung pertahanan Persepam. Penyerang Baruna, Rifky Da’i lepas dari kawalan pemain bertahan Laskar Ronggosukowati sehingga bola bisa dikejar.

Baca Juga: Saipul Jamil Dibebaskan, Oknum Polisi Dibebastugaskan

Alhasil, si kulit bundar bersarang di gawang tim asal Bumi Gerbang Salam pada menit ke-92.

Pemain Persepam mecoba melakukan protes kepada hakim garis karena dinilai gerakan Rifky Da’i offside. Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Persepam tertinggal 0-2 sebelum akhirnya peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persepam Pamekasan Moh. Ibnu Jainurrahman mengakui, Baruna FC bermain lebih apik.

Di satu sisi, tim kehilangan lima pemain inti yang tidak bisa memperkuat di laga penentu tersebut.

Baca Juga: Ribuan Istri di Bangkalan Gugat Cerai Suami, Benarkah karena Faktor Nikah Usia Dini?

Moh. Soleh mengalami cedera sejak pertandingan pertama. Riva’i Marzuki tidak bisa bermain karena cedera hamstring dan Hendri Wahyudi absen karena bisul.

Dua pemain lain yakni Qusyairi Lubis dan Ivan Virnanda tidak bisa merumput karena akumulasi kartu kuning.

”Kami akui, lawan kami lebih bagus. Mereka mendominasi permainan,” katanya saat dihubungi JPRM usai laga.

Senada dengan Ibnu, Maulana Ramadhan mengatakan, rekan-rekannya sudah berjuang dengan keras. Namun, secara materi pemain tim asal Banyuwangi itu lebih unggul.

”Kami sudah berjuang, mereka lebih unggul. Apa pun hasilnya, kami harus terima,” pungkasnya. (di/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#banyuwangi #Tendangan keras #persepam #Pertahanan Lawan #sepak bola #Tembus 16 Besar #babak pertama #gol #Pertandingan