Madura cocok untuk mengembangkan karir sepak bola. Tidak sedikit pemain yang betah bermain di klub Pulau Madura. Ridwan salah satunya. Dia kini sudah memasuki tahun ketiga di Madura United.
BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Madura United (MU) memiliki empat kiper dengan perpaduan pemain senior dan junior. Mereka Muhammad Ridho Djazulie dan Muhammad Ridwan Tawainella sebagai kiper senior. Lalu, Fawaid Ansori bersama Muhammad Rizki Kusni Admojo sebagai penjaga gawang junior.
Dari empat pemain itu, Ridwan dengan usia 30 tahun menjadi kiper paling senior di skuad Laskar Sape Kerrap. Disusul Muhammad Ridho Djazulie, 28; Fawaid Ansori, 21; dan Muhammad Rizki Kusni Admojo, 20.
Sementara yang biasa menjadi pilihan utama tim pelatih setiap kali MU bertanding yaitu Ridho dan Ridwan. Eks dua bintang timnas muda tersebut biasa bergantian menjadi palang pintu terakhir MU di kompetisi atau turnamen resmi.
Saat ini tahun ketiga bagi Ridwan berseragam loreng merah putih. Selama memperkuat MU, dia merasa nyaman dengan kekeluargaan yang terbangun antara pemain, tim pelatih, ofisial, dan manajemen. ”Yang membuat saya betah di MU sejak 2019 yaitu suasana kekeluargaannya yang baik,” ucapnya belum lama ini.
Sampai saat ini Ridwan masih menjadi kiper kedua setelah Ridho. Meski begitu, pria kelahiran 26 Maret 1991 itu tidak pernah merasa adanya persaingan antarpemain. Mantan pemain Semen Padang FC itu yakin setiap penentuan pemain yang akan duturunkan dalam pertandingan sudah dipertimbangkan dengan matang oleh tim pelatih.
”Ini hanya persoalan kesempatan dan siapa yang terlihat lebih siap tampil menurut keputusan pelatih,” katanya.
Meski sebagai pelapis Ridho, Ridwan selalu mendukung dan berdoa. Dukungan langsung ketika pelatih memilih mencadangkan dirinya. Yang selalu menjadi motivasi dirinya adalah berlatih lebih keras supaya mendapat kesempatan untuk tampil sejak awal pendingan.
”Untuk diri saya sendiri selalu berusaha berbenah, berlatih lebih keras lagi untuk bisa mendapatkan kepercayaan bermain dari tim pelatih,” katanya.
Soliditas antara pemain, pelatih, dan petinggi klub diharapkan terus menjaga kekompakan tim. Pemain asal Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, itu berharap adanya Madura United berpengaruh besar terhadap persepakbolaan tanah air, khususnya Madura.
”Semoga semakin berprestasi, selalu kompak dengan suasana kekeluargaannya yang hangat, serta tetap memberi tren positif untuk menjaga nama besar MU,” tukasnya.
Editor : Abdul Basri