Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Suporter Dukung Palestina, Pemain Banggakan Rudi

Abdul Basri • Senin, 31 Juli 2017 | 18:17 WIB
Photo
Photo

PAMEKASAN – Pertandingan antara Persepam Madura Utama (MU) dan Persinga Ngawi pada Sabtu sore (29/7) memiliki cerita tersendiri bagi tuan rumah. Bukan hanya karena mereka menang telak 5-2 atas tamunya. Tetapi, ada berbagai sisipan aksi yang terlihat di dalamnya.


Ratusan suporter yang memadati tribun Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan itu menunjukkan wajah ganda. Di satu sisi mereka bangga karena tim kesayangannya mempersembahkan tiga poin. Tetapi disi yang lain mereka sedih melihat konflik yang terjadi di Palestina.


Berbagai poster dipajang di tribun. Mulai yang bertuliskan Save Al Aqsa hingga Palestine Freedom. Termasuk mereka juga membentangkan bendera Palestina berwarna hitam, merah, putih dan hijau.


Para suporter menyebut mereka merasakan penderitaan yang dialami saudaranya di Palestina. Banyak dari mereka yang meregang nyawa karena ditembak oleh tentara Israel. Apalagi penembakan itu terjadi di area Masjid Al Aqsa, masjid suci dan saksi sejarah peradaban Islam.


Tak cukup berteriak di dalam stadion, ketika pertandingan usai, aksi dukungan terhadap Palestina juga digelar. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan ”Palestine will be free” di depan halaman parkir stadion. Sebuah dukungan agar Palestina bebas dari penjajahan Israel. ”Duka Palestina adalah duka kita bersama,” teriak salah satu suporter yang diikuti oleh suporter lainnya.


Pada saat yang sama, para suporter juga memprotes manajemen Persepam MU. Mereka berkumpul di halaman parkir dan meminta ditemui oleh pihak manajemen. Mereka mendesak agar manajemen segera berbenah.


Sebab saat ini Laskar Sape Ngamok berada di zona merah. Jika tidak segera bangkit dan memenangkan sisa pertandingan, pada kompetisi tahun depan Persepam MU degradasi ke Liga 3. ”Persepam harus bisa bertahan di Liga 2,” ungkap Ahmad, salah satu suporter yang ikut menyaksikan tim kebanggaannya menggilas Persinga Ngawi.


Protes ini pun ditanggapi langsung oleh Asisten Manajer Persepam MU Nadi Mulyadi. Menurut Nadi, saat ini timnya memang masih berada di zona degradasi. Tetapi pihaknya optimistis bahwa ke depan masih bisa bangkit. ”Ayo kita besarkan bersama-sama klub ini. Kami yakin, Persepam Madura Utama masih bisa bertahan di Liga 2 musim depan,” tegas Nadi.


Lain cerita dari para pemain. Usai menaklukkan Persinga Ngawi, para penggawa membentangkan spanduk bertuliskan, ”Terima Kasi Opa Rudi, Kami Selalu Membanggakanmu”. Spanduk ini dibentangkan kepada ratusan suporter yang menyaksikan pertandingan.


Bukan tanpa alasan pemain membentangkan spanduk itu. Sebab pertandingan hidup mati itu tidak lagi didampingi Rudy W. Keltjes sebagai pelatih kepala. Sebab manajemen Persepam Madura Utama memutuskan berhenti memakai jasa tukang atur strategi itu.


Aksi pemain yang membentangkan tulisan untuk Rudi ini pun disambut oleh pelatih fisik Persepam MU Imam Shofi Faisal. Menurutnya, kemenangan kali ini memang dipersembahkan untuk Opa Rudi. ”Kemenangan ini kami khususkan untuk Opa Rudi. Beliau banyak berkontribusi terhadap tim ini,” ujar Imam.



 

Editor : Abdul Basri