Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyaksikan Event Budaya Tera’ Bulan di Kecamatan Kamal, Gambaran Kehidupan Masyarakat yang Tenteram dan Riang Gembira

Fatmasari Margaretta • Minggu, 23 Juni 2024 | 18:04 WIB
KESENIAN: Pertunjukan penampilan tari di event Tera’ Bulan di Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (22/6). (AYU LATIFAH/JPRM)
KESENIAN: Pertunjukan penampilan tari di event Tera’ Bulan di Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (22/6). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id — Event Budaya Tera’ Bulan sudah lama vakum. Masyarakat Kecamatan Kamal begitu antusias ketika menyaksikan event budaya yang digelar Pemkab Bangkalan tersebut.

Panjang panggung ukuran 6 meter terlihat sederhana dipasang tanpa pembatas.

Masyarakat mengelilingi panggung sambil lalu mencari posisi yang nyaman untuk duduk.

Dua tiang lampu sorot berwarna putih menyala seperti terangnya rembulan di malam itu.

Warga mulai kalangan anak-anak, disabilitas, bapak-bapak, hingga lansia berdesakan memadati pertunjukan kalender event yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan,

Jumat (21/6) malam. Anak-anak bersorak ria saat menyaksikan penampilan tarian gamelan yang dimainkan Sanggar Seni Tarara.

Nyanyian lagu khas Madura dengan iringan musik tradisional membuat acara semakin meriah. Para penari dengan lincah memperlihatkan kelihaiannya.

Mereka merupakan putra dan putri warga sekitar Kecamatan Kamal. Kuliner khas Kamal juga disajikan malam itu.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant menyampaikan, kalender event ini merupakan pertunjukan tahun kedua. Kurang lebih ada lima pertunjukan yang ditampilkan.

Yakni, penampilan fashion show batik, pertunjukan seni, bela diri, pasukan khusus, dan lainnya.

”Alasan kami memilih Kecamatan Kamal dalam pertunjukan ini sudah melalui sejumlah pertimbangan.

Tujuannya, menghidupkan kembali Kecamatan Kamal yang telah lama sepi,” ucapnya.

Properti perahu nelayan, bakul, nampan, dan gerakan penari merepresentasikan kehidupan masyarakat pesisir.

Hal itu selaras dengan sub tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yakni Abhântal ombâ' asapo' angèn. Tema besarnya adalah Atong lo' atokaran.

”Tema ini menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat Kamal di pesisir. Seni pertunjukan serta pasar kuliner kudapan khas Kamal juga diangkat,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, pertunjukan tersebut digelar untuk melestarikan budaya masyarakat sekitar.

Pihaknya ingin merangsang masyarakat agar melanjutkan budaya yang ada.

”Saya ingin masyarakat open minded, sadar wisata, sadar budaya. Sehingga, nantinya pemerintah desa atau kecamatan bisa mandiri melaksanakan event ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Event Tera’ Bulan digelar sekelompok pelaku seni yang berdiri sejak 2004. Istilah tera’ bulân atau bulan purnama mengandung filosofi kehidupan masyarakat yang tenteram dan riang gembira.

”Anak-anak zaman dahulu sangat senang bermain di bawah cahaya rembulan,” terangnya.

Ketua Komunitas Tera’ Bulan Chairul Anwar menyampaikan, penggunaan nama itu terinspirasi dari bulan purnama.

Dia menyebut, Event Tera’ Bulan terinspirasi dari kehidupan anak-anak zaman dahulu yang senang bermain di bawah rembulan.

Pria yang tinggal di Kelurahan Pangeranan tersebut menerangkan, di masanya, event tersebut sempat pasang surut. Vakum dari 2007 hingga 2018.

Pada pemerintahan Bupati Abdul Latif, pertunjukan tersebut kembali dipentaskan hingga sekarang.

”Komunitas ini didirikan karena kegelisahan untuk menggerakkan kesenian dan budaya,” terangnya.

Chairul bersyukur event tersebut difasilitasi Pemkab Bangkalan. Kegiatan ini digelar mengutamakan kebudayaan lokal sehingga menjadi penyemangat bagi pelaku seni lokal.

”Dari lokalisme ini nanti akan banyak kantong-kantong sanggar seni yang terbentuk,” paparnya.

Pemilik studio rupa Chairul Anwar Idiot itu mengapresiasi event tersebut. Hanya, sub tema yang diangkat dinilai kurang tepat dengan tujuan Event Tera’ Bulan.

”Sub temanya masih mengerucut kondisi lingkungan. Seharusnya untuk lokalismenya bisa ditarik pada kehidupan masyarakat Kamal tempo dulu,” ucapnya.

Bagi Chairul, pergelaran seni sukses bukan dinilai dari banyaknya orang yang melihat. Namun, unsur budaya yang terus dilestarikan. Sehingga, harapan besarnya bisa menjadi wisata budaya.

”Butuh konsistensi untuk membangun itu. Tapi, saya harap event ini bisa memotivasi pelaku seni di Bangkalan agar lebih berkualitas,” harapnya. (*/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Event #pesisir #kuliner #anak-anak #Pasang surut #pelaku seni #rembulan #Kamal #konsistensi #tari #Sanggar Seni Tarara #perahu #pertunjukan #budaya #Panggung #Lansia #antusias