Cinta Lokasi
Suasana hijau nan memanjakan mata
Embusan semilir angin yang menenangkan jiwa
Membuat gairah hati semakin membara
Menilik paras ayu si Marlena
Datang dan pergi kulalui
Berkarib secangkir kopi
Diiringi syair puisi
Yang menggugah isi hati
Marlena, desir angin yang kau rasa
Dan terik matahari yang membara
Penaka saksi bisu asmara
Yang telontar lewat pandangan pertama
Ajung, 30 Agustus 2023
………………………………………………
Elegi Seorang Pendosa
Bila waktu salat magrib tiba
Tempat yang dipenuhi pahala
Seakan-akan menjadi alam neraka
Begitu pun sebaliknya
Tempat yang dipenuhi dosa
Sekan-akan menjadi alam surga
Bertemankan sepi aku duduk menenangkan diri
Bertemankan kopi aku menyelonjorkan kedua kaki
Bila waktu salat isya tiba
Aku kembali ke tempat semula
Seolah-olah tidak terjadi apa-apa
Tenang, santai, damai itulah yang kurasa
Tak dirasa semuanya cepat seperti kilat
Waktu yang singkat
Mempunyai kenangan yang hebat
Bahkan sepotong sebat
Menjadi saksi bahwa aku pelanggar yang hebat
Kini semuanya menjadi kenangan
Dan penyesalan sedikit demi sedikit mulai datang
Sebab, dulu tak patuh akan peraturan
………………………………………………
Jangka Kala PBAK
Pagi buta setelah membuka mata
Pesan demi pesan bermunculan di WA
Deretan angka saling bersuara
Mengingatkan bahwasanya hari ini PBAK
Kutegarkan diri untuk melangkah
Kusiram seluruh badan biar basah
Supaya rasa ngantuk berubah
Menjadi semangat bergairah
Kini sinar mentari mulai menapaki bumi
Semua wajah nampak mulai berseri
Melihat gairah para mahasiswa dan mahasiswi
Di depan gerbang nampak seorang eksekutor
Layaknya pak polisi menyokong pistol
Mereka berseru sambil menunggu
Para mahasiswa baru yang tak tepat waktu
Sementara di depan gedung besar
Berdiri kakak-kakak PK dengan lapang
Menuntun kami masuk ke dalam
Berkumpul bersama teman-teman anyar
Di saat semuanya sudah saling mengenal
Mereka tak lupa untuk saling berjabat tangan
Dalam diam aku bergumam
Semoga Tuhan tidak menghancurkan alam
Semoga Tuhan memudahkan segala urusan
Semoga Tuhan memberikan ganjaran
Semoga Tuhan mengabulkan angan-angan
Pada hamba yang penuh dengan keteledoran
Intuisi bagaikan derai air berjatuhan
Menghilir pada tempat tak bertumbukan
Sebab baru pertama kali satu ruangan
Bersama kawan perempuan
Dengan berbagai latar belakang
Dan sama satu tujuan yaitu mencari ilmu pengetahuan
Kini Sang mentari berjingkrak dari tempat peraduan
Dan rembulan mulai menampakkan sembiluan
Seakan-akan alam ikut serta
Keadaan yang dirasakan para maba
Kata demi kata sudah terbaca
Lancar dilakonkan sang pembawa acara
Dan diakhiri dengan doa
Menandakan absahnya canda tawa
Para maba peserta PBAK
Terima kasih sudah pernah bersalaman
Walaupun tidak selamanya satu ruangan
Gedung G UIN KHAS’ 23
………………………………………………
Pernak-Pernik Kehidupan
Di kala aku duduk di bangku sekolah dasar
Rasa penasaran kian menjalar
Menilik lingkungan sekitar yang membosankan
Membuatku jenuh menjalani kehidupan
Di kala aku mengenyam sekolah menengah pertama
Rasa penasaran berubah menjadi kecewa
Sebab tak sesuai dengan ekspektasi asa
Di kala aku mulai beranjak di sekolah menengah atas
Rasa kecewa mulai melebur menjadi waswas
Menuntun suatu isyarat untuk memenuhi
Yang dilalui untuk mengetahui
Dengan tujuan yang pasti
Bukan untuk sebuah ilusi
Kini, aku sudah menginjakkan kaki di perguruan tinggi
Seakan-akan semuanya hanya mimpi
Mulai dengan lembaran baru yang penuh dengan harapan
Tentang perjuangan guna meraih impian
Yang penuh rintangan dan melibatkan perasaan
Sebab, kehidupan ini butuh pengorbanan
Agar mencapai sebuah impian
Yang penuh dengan harapan
Dan semoga Tuhan
Mengikutsertakan keberkahan
Ajung, 09 September 2023
………………………………………………
*)Mahasiswa UIN KHAS Jember, prodi perbankan syariah.
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti