SAMPANG, RadarMadura.id – Kesenian musik daul patut dilestarikan. Kesenian itu diklaim hanya ada di Kabupaten Sampang.
Cikal bakal kesenian itu berasal dari kebiasaan membangunkan warga untuk sahur dengan musik patrol.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Marnilem menyatakan, musik tradisional daul sudah cukup familier di telinga masyarakat Madura. Namun, khusus jenis daul combo hanya ada di Kabupaten Sampang.
Combo berbeda dengan daul dug-dug yang mungkin banyak diketahui masyarakat Madura secara umum.
Jenis musik yang dibawakan bersifat tradisional Madura yang dikombinasikan dengan dangdut. Tetapi, dibawakan dengan alat musik tradisional.
”Musik daul combo masih dilestarikan sampai sekarang dan pemerintah akan mendukung pelastarian budaya ini. Sebab, ini adalah budaya kesenian masyarakat Sampang,” jelasnya.
Pemerintah melakukan pelestarian budaya dengan melaksanakan parade daul setiap tahun. Momentum itu selalu ditunggu-tuntunggu warga Kota Bahari.
Buktinya, antusiasme peserta maupun penonton selalu membeludak setiap digelar parade daul.
”Seperti yang belum lama ini digelar oleh pemerintah. Ada puluhan kelompok kesenian daul yang berpartisipasi, baik dari kategori daul combo maupun daul dug-dug,” terangnya. (jun/jup)
Editor : Ina Herdiyana