SAMPANG, RadarMadura.id – Pemeliharaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang menelan biaya besar. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2 miliar.
Peruntukannya, pemeliharaan gedung dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk tahun anggaran 2024.
Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Agus Akhmadi menyampaikan, alokasi anggaran Rp 2 miliar tersebut untuk dua kegiatan pemeliharaan.
Pertama, pemeliharaan gedung rumah sakit sebesar Rp 1 miliar. Sisanya Rp 1 miliar untuk pemeliharaan IPAL rumah sakit.
Pemeliharaan gedung yang direncanakan banyak itemnya. Di antaranya, peremajaan bangunan hingga pemasangan kanopi di salah satu dudut halaman rumah sakit.
”Pada prinsipnya, anggaran ini disiapkan untuk kegiatan pemeliharaan fasilitas gedung rumah sakit,” ujarnya.
Agus menjelaskan, anggaran untuk pemeliharaan IPAL itu termasuk pemeliharaan rutin. Itu dilakukan untuk memastikan limbah yang diproduksi rumah sakit tidak mencemari lingkungan sekitar.
Terutama limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3). Sehingga tidak ada pencemaran medis di area rumah sakit dan masyarakat di sekitar rumah sakit tidak dirugikan.
”Pemeliharaan ini juga dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat atau pasien agar lebih nyaman saat berobat ke rumah sakit,” jelasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyampaikan, pihaknya tentu mendukung upaya rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan.
Termasuk, penyediaan anggaran untuk pemeliharaan gedung maupun sarana rumah sakit.
Tapi, dia meminta anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukannya. Dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat.
Berkaitan dengan IPAL, Fafan menilai, sudah seharusnya dilakukan pemeliharaan agar tidak mencemari lingkungan.
”Setiap yang direncanakan oleh rumah sakit, manfaatnya harus dapat dirasakan oleh masyarakat,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Hendriyanto