SAMPANG, RadarMadura.id – Pengajuan pembaruan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) warga Kabupaten Sampang tergolong tinggi.
Tercatat ratusan warga mengajukan pembaruan DTSEN untuk memperbaiki status desil.
Statistisi Ahli Pertama Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang Elsiana Restu Ihsani menyampaikan, pembaruan DTSEN oleh warga bisa dilakukan melalui sejumlah kanal.
Di antaranya kanal BPS, operator SIKS-NG desa, operator Dinsos PPPA Sampang, dan kanal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Masyarakat juga bisa melakukan pembaruan secara mandiri melalui Cek Bansos.
Baca Juga: Rute Bawean Masih Sepi Penumpang, Kapasitas Pesawat 11–12 Orang, Rata-rata Terisi Separo
”Ada banyak cara untuk pengajuan pembaruan,” katanya Rabu (23/9).
Pembaruan DTSEN tersebut merupakan sanggahan atau pengajuan dari masyarakat yang keberatan atas status desil yang ditetapkan.
Dari data kanal BPS, sedikitnya sudah ada 688 kepala keluarga (KK) yang mengajukan pembaruan.
Sebanyak 229 KK di antaranya berkasnya telah diproses. Sementara 117 KK lainnya diminta memperbaiki berkas.
”Sisanya belum diverifikasi karena banyak yang statusnya masih draf, datanya belum lengkap,” tambahnya.
Proses verifikasi dilakukan terhadap berkas yang diunggah masyarakat.
Di antaranya surat keterangan dari kepala desa, nomor ID pelanggan PLN atau nomor meteran, serta foto rumah.
Foto tersebut harus menunjukkan bagian depan rumah, ruang tamu yang memperlihatkan lantai dan dinding, serta kamar mandi.
Baca Juga: Iuran FGD MBG Disoal, Mitra Pertanyakan Dasar Pembayaran, Total Iuran Terkumpul Rp 45,85 Juta
”Bagi yang melalui kanal kami, kami memverifikasi dokumen, misal foto rumah,” paparnya.
Menurutnya, verifikasi tersebut tidak dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.
Verifikasi hanya dilakukan secara administratif berdasarkan dokumen yang diunggah melalui portal.
Sementara pengolahan data tetap berpusat di pemerintah pusat.
”BPS hanya jadi wadah yang pengolahannya di BPS Pusat, dikroscek dengan data lain yang kemudian diserahkan ke kementerian terkait, mungkin akan difilter lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PPPA Sampang Erwin Elmi Syahrial belum bisa ditemui.
Dirinya beralasan sedang mengikuti rapat. ”Mau rapat dengan semua Kabid,” jawabnya singkat saat akan dimintai ketarangan. (ay/han)
Editor : Hera Marylia