Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

AKB di Sampang Masih Tinggi, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 19 Juli 2026 | 08:50 WIB
KESEHATAN: Ibu dan anak saat bersantai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jumat (17/7). (AYU LATIFAH/JPRM)
KESEHATAN: Ibu dan anak saat bersantai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jumat (17/7). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang terus mengintensifkan upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Sebab, jumlah kasus keduanya hingga pertengahan Juli masih tergolong tinggi.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya berkomitmen menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai langkah pencegahan serta langkah pencegahan.

"Insyaallah kami tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka kematian ibu dan bayi," ujarnya Jumat (17/7).

Berdasarkan laporan yang diterima dinkes KB, kasus kematian masih didominasi oleh kematian bayi.

Hingga pertengahan Juli tercatat 34 kasus AKB, sedangkan AKI mencapai enam kasus yang berasal dari seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Sampang.

"Memang berat, tetapi kami berharap ke depan ada penurunan," katanya.

Agus menjelaskan, tingginya kasus tersebut dipengaruhi berbagai faktor.

Di antaranya, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, mobilitas penduduk yang tinggi, serta kondisi ekonomi yang masih terbatas.

Selain itu, sebagian ibu hamil berdomisili di luar daerah sehingga sulit dipantau secara optimal oleh petugas kesehatan.

"Apalagi ada yang tinggal di luar daerah sehingga tidak bisa kami kontrol secara maksimal," jelasnya.

Untuk menekan AKI dan AKB, dinkes KB terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat kualitas layanan di fasilitas kesehatan, serta mengoptimalkan pemeriksaan ibu hamil dan balita melalui posyandu.

Menurut Agus, keberadaan program universal health coverage (UHC) juga menjadi salah satu faktor pendukung karena masyarakat kini tidak lagi terbebani biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan atau rujukan.

"Dengan adanya UHC, masyarakat yang sebelumnya khawatir dirujuk karena biaya, sekarang sudah tidak lagi," pungkasnya. (ay/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
kasus kematian AKI dan AKB langkah pencegahan Dinkes KB Sampang Didominasi