Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Akreditasi Puskesmas Mandangin Paling Rendah, Ini Sebabnya

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:30 WIB
MENUNGGU PELAYANAN: Pengunjung berada di sekitar Puskesmas Mandangin, Sampang, Jumat (6/2). (NIKMAH UNTUK JPRM)
MENUNGGU PELAYANAN: Pengunjung berada di sekitar Puskesmas Mandangin, Sampang, Jumat (6/2). (NIKMAH UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Akreditasi puluhan puskesmas Kabupaten Sampang akan diperpanjang hingga 2028.

Meski begitu, persiapan akreditasi dimulai sejak 2024.

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang membentuk tim pembina puskesmas untuk melakukan monitoring.

Dinkes KB Sampang mencatat, hampir semua puskesmas meraih akreditasi paripurna.

Baca Juga: Dewan Sentil Kinerja Eksekutif saat Rapat Paripurna

Akreditasi paling rendah yakni Puskesmas Mandangin, sebab berada di tingkat utama.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, akreditasi puskesmas diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Terakhir, penilaian akreditasi dilakukan pada 2023 lalu. Artinya, penilaian akreditasi selanjutnya dilakukan pada 2028.

”Persiapan akreditasi tidak bisa langsung dan kami telah memulai 2024 untuk menjaga mutu pelayanan puskesmas,” katanya Kamis (16/7).

Dia menjelaskan, dinkes KB telah membentuk tim pembina puskesmas untuk persiapan akreditasi.

Ada empat tim yang diambil dari setiap bidang dinkes KB. Satu tim membina lima hingga enam puskesmas.

Baca Juga: Suami Istri Ditetapkan Tersangka, Diduga Lakukan Penganiayaan di Gapura

”Masing-masing tim fokus sesuai wilayah puskesmas binaannya,” jelasnya.

Tugas tim tersebut yakni melakukan monitoring tindak lanjut kinerja puskesmas.

Yakni berdasarkan temuan dan rekomendasi dari tim surveyor saat akreditasi 2023.

Temuan tersebut tertuang dalam perencanaan perbaikan strategis (PPS) untuk ditindaklanjuti puskesmas.

”PPS itu sebagai perbaikan untuk persiapan pada akreditasi selanjutnya,” ungkapnya.

Agus memaparkan, tim tersebut tidak hanya memonitor PPS puskesmas.

Tetapi, juga melakukan penilaian kinerja puskesmas (PKP). Karena itu, semua pelayanan dan kinerja puskesmas dimonitor. 

”Kami melakukan monitoring satu tahun empat kali atau per triwulan,” paparnya.

Menurutnya, akreditasi puskesmas mayoritas sudah paripurna. Hanya Puskesmas Mandangin yang masih akreditasi utama.

Tim sedang membina Puskesmas Mandangin agar mendapat akreditasi paripurna.

Baca Juga: HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Jaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama

”Puskesmas Mandangin baru dibangun tahun 2020. Sarananya masih terbatas dan sedang dibina untuk naik (akreditasinya),” tuturnya.

Kepala Puskesmas Mandangin Rina Dwiyanti menyampaikan, persiapan akreditasi ditargetkan selesai 2027.

Di antara yang perlu dipersiapkan yakni dari sisi sarana prasarana, bimbingan teknis (bimtek) sumber daya manusia (SDM), dan yang lainnya.

”Untuk penganggaran sarpras di 2027 sudah harus clear. Insyaallah bisa ke paripurna,” tukasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
akreditasi Dinkes KB Sampang puskesmas Puskesmas Mandangin Monitoring