Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang Diawali Open house, Siswa Mulai Tempati Gedung Permanen

Amin Basiri • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:01 WIB
PENJANGKAUAN: Petugas saat mendatangi calon siswa Sekolah Rakyat Terpadu Sampang beberapa waktu lalu.
PENJANGKAUAN: Petugas saat mendatangi calon siswa Sekolah Rakyat Terpadu Sampang beberapa waktu lalu.

SAMPANG, RadarMadura.id – Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) dari empat kabupaten di Madura dijadwalkan mulai menempati gedung permanen di Kabupaten Sampang pada Senin (13/7).

Hari pertama kegiatan diawali dengan open house sebelum pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Kepala SRT 1 Sampang Denok Setyowati mengatakan agenda hari pertama belum diisi MPLS.

Kegiatan difokuskan pada open house yang melibatkan siswa baru beserta orang tua atau wali murid. 

"Senin nanti kegiatannya masih open house, belum langsung MPLS," ujarnya kemarin (9/7).

Menurut Denok, open house bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus memberikan sosialisasi kepada wali murid mengenai sistem pembelajaran dan pola pembinaan selama siswa tinggal di asrama.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Sampang, tetapi juga siswa baru dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep.

Mereka untuk sementara akan menjalani proses belajar di SRT Sampang hingga masing-masing daerah memiliki gedung permanen.

"Yang hadir merupakan gabungan siswa dari tiga kabupaten lain di Madura," katanya.

Secara keseluruhan, lebih dari 400 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan menempati gedung tersebut.

Namun, jumlah kuota final masih menunggu data dari Kabupaten Bangkalan. "Kuota yang sudah final masih menunggu data dari Bangkalan," ungkapnya.

Denok menambahkan, persiapan pelaksanaan open house dan MPLS akan dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar Jumat (10/7) bersama para kepala Sekolah Rakyat se-Madura dan Pemkab Sampang.

Dari sisi sarana dan prasarana, pihaknya optimistis seluruh kebutuhan sudah siap sebelum kegiatan dimulai.

Sejumlah perlengkapan juga telah didatangkan ke lokasi.

"Insyaallah sarana dan prasarana sudah terpenuhi. Hari ini beberapa barang sudah datang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang Muh.

Nashrun mengatakan, teknis pelaksanaan open house masih menunggu petunjuk dari Kementerian Sosial. Sebab, rangkaian kegiatan awal, termasuk MPLS, dibiayai pemerintah pusat.

"Kami masih menunggu petunjuk dari Kemensos. Yang jelas seluruh siswa baru Sekolah Rakyat se-Madura akan bergabung di Sampang pada hari pertama," katanya.

Di sisi lain, Ketua Tim Kabupaten SRT Sampang Moh. Hakim menyampaikan, proses penjangkauan calon siswa masih terus dilakukan, khususnya untuk memenuhi rombongan belajar jenjang SD yang kuotanya belum terpenuhi.

"Koordinasi terus kami lakukan untuk mengawal pendampingan dan penjangkauan calon siswa agar kebutuhan rombongan belajar bisa terpenuhi," pungkasnya. (ay/han)

Editor : Amin Basiri
#sekolah rakyat sampang #open house #MPLS