SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ajaran baru 2026/2027, siswa Sekolah Rakyat (SR) dari empat kabupaten di Madura akan mulai mengikuti pembelajaran.
Namun, baru Kabupaten Sampang yang memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Akibatnya, ratusan siswa dari tiga kabupaten lain untuk sementara akan dipusatkan di Sampang.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jawa Timur Hanafi mengatakan, SRT di Kabupaten Sampang akan menjadi lokasi sementara bagi siswa asal Kabupaten Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan yang daerahnya belum memiliki gedung permanen.
”Untuk sementara mereka akan belajar di Sampang sampai masing-masing daerah memiliki gedung permanen,” katanya kemarin (2/7).
Dia menjelaskan, kuota siswa dari tiga kabupaten tersebut mencapai ratusan orang. Perinciannya, Kabupaten Bangkalan sebanyak 60 siswa, Kabupaten Sumenep 60 siswa, dan Kabupaten Pamekasan 30 siswa.
”Itu kuotanya. Namun, di beberapa kabupaten hasil penjaringan masih belum memenuhi target,” ujarnya.
Menurut Hanafi, dari tiga kabupaten tersebut, baru Pamekasan yang telah memenuhi kuota jenjang SMP.
Sementara itu, kuota siswa jenjang SD di Bangkalan dan Sumenep masih belum terpenuhi.
”Di Sumenep baru 16 siswa untuk jenjang SD, begitu juga Bangkalan baru 16 siswa. Saat ini masih terus diupayakan,” jelasnya.
Dia menambahkan, para siswa dari luar Kabupaten Sampang hanya akan belajar sementara di SRT Sampang.
Setelah daerah masing-masing memiliki gedung permanen, mereka akan dipindahkan.
”Untuk penyediaan lahan bukan ranah kami. Yang saya ketahui, Sumenep dan Bangkalan lahannya sudah siap,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim SDM PKH Sampang Moh. Hakim mengatakan, proses kedatangan siswa dari luar Kabupaten Sampang akan dilakukan bersamaan dengan jadwal masuk tahun ajaran baru. Namun, mekanisme penempatan masih menunggu tim transisi.
”Ada tim transisi yang menangani itu. Kami fokus pada proses penjaringan dan penetapan siswa,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri