SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Melalui rapat pleno, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang telah menetapkan calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Hasil penjangkauan, siswa jenjang SMP dan SMA melebihi kuota. Total siswa yang tidak lolos mencapai 110 siswa.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiawan menyampaikan, saat ini pemkab tengah mengupayakan agar siswa yang tidak lolos SRT tetap bisa melanjutkan pendidikan. Sebab, sistem pendaftaran murid baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA sederajat sudah ditutup.
”Dikhawatirkan mereka belum daftar pada SMP dan SMA yang lain, makanya ini perlu ada kebijakan untuk bisa difasilitasi,” katanya Selasa (30/6).
Dia mengungkapkan, hasil penjangkauan calon siswa SRT yang didata oleh petugas melebihi kuota. Untuk jenjang SMP tercatat ada 171 siswa yang minat melanjutkan pendidikan di SRT. Sementara daya tampung yang disediakan hanya 90 siswa lebih 81 anak.
Daya tampung jenjang SMA juga melebihi kuota. Dari kuota 90 siswa, yang ingin bersekolah di SRT mencapai 119 anak. Dari hasil perankingan, terdapat 29 anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan di SRT.
Baca Juga: Layanan Pasporia Hadir di CFD Sampang, 21 Pemohon Terlayani
”Walaupun pendaftaran telah ditutup. Tapi, tadi sudah ada kesepakatan, insyaallah bisa,” ungkap pria yang akrab disapa Wawan itu.
Wawan menjelaskan, pemkab akan bersurat ke Kemensos agar mempertimbangkan siswa yang tidak lolos tersebut. Harapannya, ratusan siswa jenjang SMP dan SMA bisa mendapatkan hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.
”Mudah-mudahan dari sisi tenaga pendidik juga siap dan pemkab hanya memfasilitasi. Harapannya, SRT berjalan lancar,” harapnya.
Kepala Dinsos PPPA Sampang M Anwari Abdullah menambahkan, pembiayaan siswa yang tidak lolos SRT akan diperjuangkan. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kemensos agar ratusan siswa yang tidak lolos bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan.
”Dari dinas pendidikan sudah diupayakan masuk ke Program Indonesia
Pintar (PIP),” imbuhnya. (ay/bil)