SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang akan menggarap pembangunan jembatan yang terdampak bencana. Anggaran yang dipersiapkan untuk jembatan di Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, itu cukup fantastis, yakni mencapai Rp 1,5 miliar. Namun, sampai saat ini belum juga digarap.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang Aang Djunaidi menyampaikan, kegiatan pembangunan jembatan itu masuk perencanaan tahun ini. Hasil laporan, jembatan tersebut ambruk pada Februari lalu yang kemudian ditetapkan dalam SK penetapan lokasi (penlok) pembangunan. Meski begitu, kegiatan tersebut belum dilaksanakan.
“Saat ini masih tahap perencanaan,” katanya.
Adapun pagu anggaran pembangunan tersebut dialokasikan Rp 1,6 miliar. Perinciannya, untuk fisik Rp 1,5 miliar, Rp 45 juta untuk jasa konsultan perencanaan, dan Rp 55 juta untuk konsultan pengawasan. Mekanisme penunjukan rekanan dilakukan dengan cara tender.
“Fisiknya memang Rp 1,5 miliar. Sisanya untuk jasa konsultan dan lelang itu bagian barang dan jasa,” tambahnya.
Baca Juga: Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Polres Sampang Gelar JJS
Sumber anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) itu diklaim akan segera dilaksanakan. Sebab, target penyelesaian pelaksanaannya maksimal Senin (28/12) dengan pekerjaan 120 hari kalender. Meskipun proses tender sampai saat ini belum bisa dilaksanakan.
“Saya tidak mau ada denda, tapi targetnya Juli lelang telah dimulai,” jelasnya.
Menurutnya, tahap perencanaan baru dimulai karena masih lama di pembahasan. Serta masih dilakukan kajian kebutuhan penanggulangan bencana.
“Untuk siapa yang menyusun perencanaan, saya tidak ikut-ikut,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud menyampaikan, pihaknya telah mewanti-wanti dan menghimbau percepatan pelaksanaan pekerjaan fisik. Terutama apabila pekerjaan dimulai setelah September.
“Tidak ada alasan lagi. Seharusnya mereka ada persiapan dari awal. Apalagi sampai saat ini belum ada progres dan kami akan panggil segera dan dorong segera dilaksanakan,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Anis Billah