SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang menggelontorkan anggaran Rp 188 juta untuk pemeliharaan sembilan pasar tradisional di Kota Bahari.
Dana tersebut dipecah menjadi sembilan paket kegiatan.
Kabid Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang Subairi menyatakan, banyak pasar tradisional yang rusak.
Bahkan, tidak cukup dengan hanya dilakukan pemeliharaan kerena harus rehabilitasi.
Baca Juga: Pengecer Dilarang Jual BBM Bersubsidi, SPBU Juga Larang Pembelian Pakai Jeriken
Padahal, kelayakan pasar memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD).
”Kami telah mengajukan lebih, tapi dapatnya hanya segitu,” ujarnya mewakili Plt Kepala Diskopindag Sampang Syamsul Bahri.
Dari 28 pasar yang dikelola Pemkab Sampang, hanya sembilan pasar yang mendapat kucuran anggaran pemeliharaan tahun ini.
Di antaranya Pasar Tamberu, Banyuataes, Camplong, dan lain sebagainya (lihat grafis).
Pemeliharaan yang akan dilakukan beragam. Mulai dari perbaikan atap, bangunan, pagar, los, dan lainnya.
”Beberapa (pasar) ada yang sudah kami lakukan pemeliharaan tahun lalu,” tambahnya.
Anggaran yang digelontorkan untuk pemeliharaan pasar berbeda-beda.
Yakni, disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil asesmen. Pihaknya mengakui pemeliharaan tidak semuanya berjalan.
”Sementara yang baru selesai di Pasar Tamberu dan Banyuates. Untuk Camplong dan Margalela sedang diproses. Sebenarnya sudah tuntas, tinggal pencairan saja,” jelasnya.
Baca Juga: ASN Bangkalan Diduga Tewas sebelum Tiba di Bandara, Teman Pria Menghilang, Mobdin Dikunci dari Luar
Lima paket kegiatan pemeliharaan lainnya masih dalam proses penunjukan rekanan. Pihaknya mengeklaim kegiatan itu akan digelar dalam waktu dekat.
”Kami masih menunggu dan sudah kami lakukan koordinasi,” ujarnya.
Terpisah, salah satu pedagang di Pasar Srimangunan Arip menyatakan, kebocoran atap di pasar terbesar di Kota Bahari tersebut sudah lama dikeluhkan.
Akibatnya, jika terjadi hujan, jualan di kiosnya ikut terdampak.
”Jika hujan, yang banjir sampai ke timur dan sudah saya sampaikan ke koordinator pasar. Tapi, belum ada tindak lanjut,” katanya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti