SAMPANG, RadarMadura.id – Seorang nelayan asal Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, sempat dilaporkan hilang saat melaut pada Senin (22/6).
Beruntung, nelayan bernama Ach. Yani, 64, akhirnya ditemukan selamat setelah terombang-ambing di perairan hingga wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan, pihaknya menerima laporan nelayan hilang sekitar pukul 21.53.
Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian.
”Pencarian kami lakukan menggunakan perahu karet bersama tim gabungan,” ujarnya Selasa (23/6).
Hozin menjelaskan, korban yang merupakan warga Dusun Barat, Pulau Mandangin, berangkat melaut ke arah barat pulau bersama empat nelayan lainnya. Masing-masing menggunakan perahu sendiri.
Namun, hingga pukul 16.00, empat nelayan lainnya telah kembali ke daratan, sedangkan korban belum juga pulang.
”Korban tidak kunjung kembali sehingga keluarga dan warga mulai khawatir,” katanya.
Menjelang magrib, perahu milik korban ditemukan nelayan lain bernama Yusuf, warga Desa Aengsareh, Kecamatan Sampang.
Perahu ditemukan di tepi Pantai Demongan tanpa awak dengan kondisi mesin masih menyala.
Yusuf kemudian membawa perahu tersebut ke bibir pantai dan memeriksanya.
Di dalam perahu hanya ditemukan telepon genggam milik korban yang kemudian digunakan untuk menghubungi keluarganya.
Baca Juga: Bupati Sampang Lantik 49 Kepala Sekolah, Ingatkan Pengelolaan BOS Harus Tepat Sasaran
BPBD bersama tim SAR gabungan selanjutnya melakukan pencarian. Tim yang diterjunkan terdiri atas 16 personel BPBD dan lima personel Basarnas.
”Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak. Pencarian dilakukan dari perairan Demongan hingga ke arah barat Pulau Mandangin,” terangnya.
Hasil pencarian menunjukkan korban ditemukan oleh nelayan di perairan Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 06.00. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terapung dan meminta pertolongan.
”Korban kemudian dievakuasi ke Probolinggo. Dugaan sementara, korban terbawa arus akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya.
Penjabat Kepala Desa Mandangin Choirul Anam membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, korban ditemukan di sekitar wilayah Gili Ketapang dalam keadaan selamat.
”Korban sempat bertahan di mercusuar penanda perairan dangkal. Alhamdulillah, ditemukan dalam keadaan hidup,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti