Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Susu MBG Yang Diterima Siswa Di Sampang Berulat, SPPG Kemas, Jrengik, Akui Lepas dari Pengawasan

Anis Billah • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:03 WIB
BERULAT: Menu MBG yang disajikan SPPG Yayasan Kemas alias Dapur Bejreh di SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, Senin (15/6).
BERULAT: Menu MBG yang disajikan SPPG Yayasan Kemas alias Dapur Bejreh di SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, Senin (15/6).

 SAMPANG , RadarMadura.id – Menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali bermasalah. Susu yang diterima siswa SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, berulat. Menu tersebut didistribusikan oleh SPPG Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia (Kemas) alias Dapur Bejreh, Jalan Raya Jrengik, Desa Kotah, Jrengik, Senin (15/6).

Kepala SDN Buker 3 Fathorrohman menyampaikan, video susu MBG di sekolahnya sempat viral karena terdapat belatung. Susu tersebut ditemukan siswa kelas satu.

”Tidak semua (susu berulat). Kurang lebih ada sekitar enam MBG dengan item yang ditemukan berulat,” katanya.

Menu MBG tersebut didistribusikan oleh Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia (Kemas) alias Dapur Bejreh, Senin (15/6). Saat tiba di sekolah, menu didistribusikan pada siswa. Menunya terdiri atas nasi putih, telur sambal merah, buah leci, sayur, dan susu.

Fathorrohman mengungkapkan, total penerima MBG siswa dan guru di SDN Buker 3 sebanyak 108 orang. Setelah diterima oleh siswa, MBG tersebut hendak dikonsumsi.

”Tapi, pas ketahuan ada ulatnya, susu milik siswa kelas satu tidak diminum dan dibuang ke tanah,” ungkapnya.

Menurutnya, susu yang berulat diduga karena kemasannya bocor, sehingga menimbulkan berulat. Pihaknya sudah melapor kejadian tersebut ke pihak SPPG melalui driver.

”Tapi, enam buah susu yang ditemukan berulat tersebut tidak diganti,” bebernya.

Baca Juga: Faktor Cuaca, Produksi Garam Di Wilayah Sampang Masih Rendah

Kepala SPPG Yayasan Kemas Dapur Bejreh Abdurrahman membenarkan jika susu yang ditemukan berulat itu didistribusikan dapur tempatnya bekerja. Dia juga mengakui bahwa MBG pada item menu susu terdapat belatung. 

”Iya, betul itu dari dapur kami,” ujarnya.

Dia mengaku lepas pengawasan sebelum susu didistribusikan. Tepatnya, terdapat kesalahan pada saat quality control di bidang pemorsian. Menurutnya, susunya memang rusak.

”Kami sudah konfirmasi pada pihak sekolah untuk mengganti susu yang rusak,” tuturnya.

Abdurrahman memaparkan, susu yang rusak tersebut tidak layak untuk didistribusikan. Karena itu, pihaknya melakukan pengecekan ulang melalui PIC sekolah untuk memastikan kelayakan makanan. ”Kami langsung ganti susunya,” klaimnya.

Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanta menyatakan, pihaknya bakal turun ke sekolah untuk melakukan pengecekan secara langsung. Sebab, pengawasan terhadap SPPG saat ini diperketat. Terutama pada SPPG yang sering kali nakal dalam menyajikan MBG.

”Sudah kami catat dan akan dilaporkan pada BGN. Kalau SPPG sering mokong, bisa saja ditutup,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Anis Billah
#SPPG kemas #mbg berulat #SDN Buker 3 #sampang