Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelaku Penembakan Diduga Bandar Narkoba, Polisi Temukan Alat Isap saat Gerebek Rumah Ghofar

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 9 Juni 2026 | 05:44 WIB
DISITA: Sejumlah alat isap diamankan Polres Sampang usai menggeledah rumah Ghofar di Dusun Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sabtu (6/6) malam. (ISTIMEWA)
DISITA: Sejumlah alat isap diamankan Polres Sampang usai menggeledah rumah Ghofar di Dusun Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sabtu (6/6) malam. (ISTIMEWA)

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggota Polres Sampang menggerebek rumah Ghofar, 35, warga Dusun Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sabtu (6/6) malam.

Itu dilakukan pasca Ghofar menembak Ahmad Yulianto, 35, warga Dusun Ngur Bungur, Desa Tragih.

Sayangnya, polisi tidak menemukan terduga pelaku. Namun, penyelidik menemukan alat isap narkotika di rumah Ghofar.

Itu menguatkan indikasi bahwa terduga pelaku merupakan bandar narkoba.

Baca Juga: Resmi Masuk Indonesia, Infinix XBook 15 Tawarkan Pengalaman Laptop Kelas Premium dengan Harga Lebih Bersahabat

Marino selaku paman korban menyampaikan, kasus penembakan tersebut sudah berlangsung tiga hari.

Namun pelaku belum ditangkap, meski polisi sudah mengerebek rumah Ghofar.

”Sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi jika pelaku diamankan polisi. Berarti, pelaku belum diringkus,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi membawa sejumlah barang bukti (BB).

Marino mengaku tidak mengetahui apa saja yang dibawa polisi. Juga tidak tahu terkait alat isap narkotika yang disita polisi.

Marino membeberkan, terduga pelaku memang dikenal sebagai bandar narkotika.

Hal tersebut sudah diketahui masyarakat di sekitar rumah Ghofar. 

Sempat beredar kabar jika banyak pengguna narkotika yang membeli pada pelaku.

”Kepemilikan senpi yang ditembakkan pada korban pasti ada kaitannya dengan pekerjaan terduga pelaku. Tidak mungkin kalau bukan bandar narkoba bisa pegang senpi,” bebernya.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Group Bantu Pengusaha Sembako di Semarang Naik Kelas

Pihaknya berharap, Polres Sampang profesional dalam mengusut kasus penembakan yang menimpa keponakannya itu.

Polisi harus serius memburu pelaku agar segera diamankan dan diproses hukum.

Keponakan kami (korban) sekarang tidak bisa berjalan pasca ditembak oleh pelaku. Luka di kakinya mendapat 11 jahitan karena terkena peluru,” ungkapnya.

Saat ini korban sudah dipulangkan ke rumahnya. Namun, belum bisa beraktivitas seperti sebelumnya.

”Korban sudah tiga hari tidak bisa beraktivitas. Kami berharap pelaku segera ditangkap,” harapnya.

KBO Satreskrim Polres Sampang Ipda Poundra Kinan Aditama menyampaikan, dugaan kasus penembakan tersebut terus ditindaklanjuti.

Sementara, pelaku belum ditangkap. ”Pelaku masih dalam pengejaran,” bebernya.

Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan penggeledahan rumah terduga pelaku pada Sabtu (6/6) malam.

”Hasil penggeledahan, tidak ada tersangka di rumahnya. Kami hanya menemukan beberapa alat isap narkotika dan plastik klip bekas narkotika. Informasinya, terduga pelaku memang diduga sebagai bandar narkoba dan punya apotek (warung narkoba),” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#polres sampang #pelaku #senpi #penembakan #bandar narkoba