Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sedot Anggaran Rp 1,5 Miliar, BPS Sampang untuk Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 9 Juni 2026 | 06:00 WIB

Anggaran Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026. (Grafis Dibantu AI)

Anggaran Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026. (Grafis Dibantu AI)

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran untuk sensus ekonomi (SE) di Kabupaten Sampang menelan anggaran yang tidak sedikit.

Biaya untuk pelatihan petugas SE saja menyedot anggaran sebesar Rp 1.517.400.000. Anggaran tersebut bersumber dari APBN 2026.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), anggaran pelatihan petugas SE dibagi menjadi dua paket.

Baca Juga: Inkai Bakal Gelar Gashuku, Dijadwalkan Tiga Hari di WTC Jombang

Pertama, paket meeting fullboard pelatihan petugas pendataan senilai Rp 926.577.000.

Kedua, paket meeting fullboard pelatihan petugas pendataan dengan pagu anggaran Rp 590.823.000.

Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi membenarkan jika instansinya mendapatkan kucuran dana dari APBN.

Anggaran itu dialokasikan untuk pelatihan petugas pendataan SE.

Menurutnya, petugas SE yang ikut pelatihan cukup banyak. Total mencapai sebanyak 1.058 orang, tidak termasuk panitia dan instruktur. ”Pelatihannya digelar selama tiga hari,” ujarnya.

Boby menyebut, pelatihan tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pemerintah pusat.

Sebelum turun ke lapangan, petugas SE harus dilatih. Materi yang harus dipelajari petugas SE yakni 60 jam pelajaran.

Baca Juga: BRImo Dukung QRIS Cross Border di China, Belanja Tanpa Tukar Uang Tunai Jadi Lebih Praktis

”Perinciannya, pelatihan petugas secara klasikal 30 jam, dan massive open online course (MOOC). Untuk memenuhi 30 jam, klasikal, mesti membutuhkan waktu selama 3 hari,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, anggaran miliaran tersebut hanya untuk biaya pelatihan petugas SE.

Sementara untuk gaji instruktur, anggarannya terpisah dari pemerintah pusat.

Boby menuturkan, peserta pelatihan akan diukur kemampuannya. Yakni, melalui passing grade setiap peserta.

Jika layak, peserta langsung dilepas ke lapangan melakukan pendataan. Jika belum layak, akan dilakukan pendampingan awal.

Dia menambahkan, pihaknya memiliki standardisasi dalam mengukur efektif tidaknya pelatihan tersebut. Di antaranya dilihat dari passing grade hasil pelatihan tersebut.

”Nanti, itu bisa menjadi tolok ukur petugas apakah menguasai materi untuk melakukan pendataan atau tidak,” ungkapnya. 

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (Bemsa) Iftitahul Elmy menilai, anggaran pelatihan menelan anggaran yang sangat besar.

Baca Juga: Dituduh Curi Sanyo Lalu Ditembak, Polres Sampang Belum Tangkap Pelaku Penembakan

Padahal, selama ini hasil pendataan sensus ekonomi cenderung tidak berdampak langsung pada peningkatan perekonomian di Kabupaten Sampang.

”Bukti keberhasilan pendataan SE, seharusnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Tapi, hasilnya, justru berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Karena itu, Elmi mengingatkan petugas pendataan yang sudah direkrut tidak asal-asalan dalam mendata di lapangan.

Dia tidak ingin ada rekayasa data dalam proses pendataan tersebut. Petugas harus bekerja profesional dalam melakukan pendataan. ”Jangan sampai ada data yang dibuat-buat,” pesannya. (bai/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#BPS sampang #sensus ekonomi #petugas SE #anggaran miliaran #apbn