SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali merealisasikan program desa berdaya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang mengajukan tujuh desa agar menerima bantuan. Namun, lima desa gagal mendapat bantuan tersebut.
Kabid Penataan dan Kerja Sama Desa DPMD Sampang Abd. Hadi Purnomo menyampaikan, ada tujuh desa yang diajukan mendapatkan program desa berdaya. Yakni Desa Mandangin, Tobaih Barat, Batioh, Samaran, Apaan, Tanggumong, dan Jrangoan.
”Tidak semua usulan di-cover. Kami hanya dapat dua desa, yakni Desa Tanggumong dan Desa Jrangoan,” katanya Rabu (3/6).
Menurutnya, program desa berdaya ditujukan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di desa. Jika dibandingkan 2025, jumlah desa yang menerima bantuan dari pemprov tahun ini lebih sedikit. Tahun lalu, ada lima desa yang mendapatkan bantuan tersebut.
”Pemprov menyampaikan bahwa pengurangan tersebut karena dampak efisiensi anggaran,” ungkapnya.
Hadi menjelaskan, dua desa yang diterima akan mendapatkan bantuan Rp 100 juta. Anggaran bisa dimanfaatkan sesuai dengan proposal yang diajukan desa. Dua desa tersebut mengajukan program ketahanan pangan.
”Anggarannya untuk pembelian alsintan dan peternakan kambing,” terangnya.
Pj Kades Mandangin Choirul Anam menyampaikan, tahun ini anggaran yang dikelola desa terbatas.
Karena itu, pihaknya mengajukan bantuan program desa berdaya. Bantuan tersebut direncanakan untuk program prioritas desa.
”Cuma belum rezeki. Sementara dampak pengurangan DD, kami kesulitan menjalankan program di desa,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri