SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang mengalokasikan belanja modal untuk peralatan permainan olahraga. Bentuknya berupa karpet bulu tangkis yang dianggarkan Rp 208 juta.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem mengatakan, program belanja karpet bulu tangkis dipastikan terealisasi tahun ini. ”Ini untuk peningkatan sarana prasarana lapangan bulu tangkis di GOR Indoor,” katanya.
Anggaran ratusan juta yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tersebut tidak mencakup semua lapangan bulu tangkis yang ada. Dari lima lapangan, disporabudpar hanya mampu mengganti karpet empat lapangan.
”Di GOR Indoor ada lima lapangan, tapi hanya cukup untuk empat lapangan,” tuturnya.
Marnilem menjelaskan, sistem pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung (PL). Saat ini sedang proses pengadaan.
”Prosesnya saya tidak paham. Sebab, itu ranahnya bagian pengadaan barang dan jasa (barjas),” terangnya.
Baca Juga: Disporabudpar Lengkapi Manuskrip Pangeran Trunojoyo
Menurutnya, pengadaan karpet dilakukan untuk peningkatan sarana prasarana lapangan olahraga. Pasalnya, penyewa GOR Indoor cukup banyak.
“Tidak hanya untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), namun juga untuk kepuasan penggemar bulu tangkis,” ungkapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang Mohammad Faruk menyampaikan, fasilitas lapangan bulu tangkis memang belum memenuhi standar. Hal itu menjadi kendala Kabupaten Sampang untuk menjeadi tuan rumah dalam sejumlah event tingkat lokal.
Karena itu, dia berharap pengadaan karpet bulu tangkis bisa segera terealisasi untuk meningkatkan sarana prasarana dan memfasilitasi kebutuhan atlet.
”Penyewa sarana dan prasarana GOR Indoor mengeluh karena fasilitas tidak layak untuk event,” ucap pria yang juga Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Sampang itu. (ay/yan)
Editor : Anis Billah