
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pondok pesantren dinilai menjadi kekuatan utama Pamekasan menghadapi tantangan era digital. Modal sosial itu harus terus dijaga dan diperkuat.
Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mengatakan, Pamekasan memiliki kekayaan yang tidak dimiliki banyak daerah, yakni tradisi pesantren, nilai keagamaan, budaya gotong royong, dan semangat kebersamaan yang masih mengakar kuat.
Menurut dia, seluruh potensi tersebut menjadi fondasi membangun masyarakat.
Modal sosial itu juga menjadi bekal menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
”Perkembangan teknologi membawa banyak peluang. Namun, derasnya arus informasi juga memunculkan tantangan baru bagi masyarakat,” tutur politikus PDI Perjuangan itu.
Karena itu, Ansari mengingatkan bahwa budaya literasi harus terus diperkuat.
Masyarakat dituntut mampu berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum teruji kebenarannya.
”Pembangunan tidak cukup hanya membangun secara fisik berupa jalan atau gedung. Yang lebih penting adalah membangun manusianya,” ujar perempuan yang juga istri Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Taufadi itu.
Ansari menegaskan, pembangunan manusia dimulai dari penguatan karakter.
Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan nilai keagamaan juga harus terus ditanamkan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




