Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mensos Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tuntas Akhir Juni

Hera Marylia Damayanti • Senin, 11 Mei 2026 | 06:45 WIB
DIPANTAU: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Camplong, Sampang, Minggu (10/5). (KAMALUDDIN UNTUK JPRM)
DIPANTAU: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Camplong, Sampang, Minggu (10/5). (KAMALUDDIN UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Minggu (10/5).

Dia mengeklaim progres pembangunan sesuai target.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, di wilayah Madura, baru Sampang yang memiliki gedung SR permanen.

Tiga kabupaten lainnya belum dibangun gedung permanen karena lahannya belum ada.

Baca Juga: Penyediaan Lahan Sekolah Rakyat Klir, Bupati Lukman dan Wabup Fauzan Temui Mensos

”Tahun depan, tiga kabupaten sudah bisa dibangun gedung permanen, itu harapan kita,” katanya.

Dia menuturkan, proses pembangunan gedung SR di Sampang berjalan dengan lancar. Semua pekerjaan fisik diharapkan sesuai target.

Dia menargetkan, pembangunan tuntas akhir Juni, sehingga masa pengenalan linkungan sekolah bisa dilaksanakan pada bulan berikutnya.

”Saya ingin memastikan bahwa proses pembangunan SR permanen di Sampang berjalan dengan baik, lancar sesuai target. Semuanya diharapkan semua sesuai target,” tuturnya.

Gus Ipul mengungkapkan, gedung SR yang sedang dibangun diproyeksikan bisa menampung seribu siswa mulai tingkat SD, SMP, dan SMA.

Sesuai arahan presiden, pihaknya tidak membuka pendaftaran siswa SR. Sistem yang digunakan yakni penjangkauan.

Baca Juga: Bupati Kholil Lepas Pemberangkatan CJH 2026, Titip Doa untuk Kelancaraan Pembangunan Pamekasan

Dia memastikan, siswa SR berasal dari keluarga paling tidak mampu. Misalnya, anak belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah.

Ada proses asesmen dan wawancara dengan orang tua. Setelah itu, data siswa diserahkan kepada bupati untuk diterbitkan surat keputusan.

”Dalam proses penjangkauan tidak ada titipan, kongkalikong, KKN sebagaimana arahan presiden. Saya pastikan yang sekolah di sini dari keluarga paling tidak mampu,” ungkapnya.

Gus Ipul menambahkan, tiga kabupaten di Madura sudah memulai Sekolah Rakyat rintisan.

Yakni Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Proses simulasi sedang berlangsung di tiga kabupaten tersebut.

”Tahun ajaran baru 2026, siswa dari empat kabupaten bisa dititipkan di sini (Sampang) sementara,” tukasnya. (bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#SR permanen #keluarga paling tidak mampu #gus ipul #menteri sosial #Sekolah Rakyat