SAMPANG, RadarMadura.id – Puskesmas Batulenger belum bisa memastikan penyebab murid SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, mengalami gatal-gatal pada Rabu (22/4).
Sebab, pihak puskesmas masih melakukan uji laboratorium (lab) terhadap sampel menu makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi para pelajar.
Kepala Puskesmas Batulenger Nur Amalia Apri Kusdarwati mengakui, pada Rabu (22/4) terdapat 19 murid SDN Bira Tengah 1 dibawa ke puskesmas.
”Iya, benar. Belasan pelajar tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas,” katanya.
Baca Juga: Diduga Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta, Kejari Tahan Kades Pragaan Daya
Menurutnya, saat datang ke Puskesmas Batulenger, para murid mengaku gatal-gatal. Pemicunya diduga kuat karena alergi terhadap makanan.
”Saat datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan, mereka (pelajar) bisa disebut alergi karena terdapat bentol-bentol berukuran cukup besar dan gatal,” bebernya.
Amalia belum bisa memastikan penyebab alergi yang dialami oleh belasan murid SDN Bira Tengah 1 tersebut, apakah dipicu oleh menu MBG yang dikonsumsi pelajar atau bukan.
”Kami masih melakukan pemeriksaan sampel menu MBG yang telah dikonsumsi para pelajar,” tuturnya.
Dia menyatakan tidak bisa memastikan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil uji lab tersebut.
”Kami sudah mengerahkan tim programer kesehatan lingkungan (kesling) Puskesmas Batulenger untuk melakukan uji laboratorium sampel menu MBG SDN Bira Tengah 1. Hari ini (kemarin) masih menguji sampel menu MBG di salah satu laboratorium di Surabaya,” ulasnya.
Baca Juga: Guru Ngaji Tebar Ancaman, Agar Bisa Salurkan Hasrat Seksual kepada Korban
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (Bemsa) Iftitahul Elmi menyatakan sangat prihatin terhadap kejadian yang dialami murid SDN Bira Tengah 1 tersebut.
Karena itu, dia mendesak pengawas MBG, BGN, maupun tim Satgas MBG Kabupaten Sampang melakukan investigasi secara menyeluruh.
”Jika pemicunya karena mengonsumsi menu MBG, kinerja SPPG harus dievaluasi. Insiden ini mesti ditindaklanjuti secara serius. Program MBG ini digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menambah gizi, bukan memberikan dampak buruk bagi pelajar,” ingatnya.
Dia meminta Puskesmas Batulenger yang melakukan uji lab sampel transparan kepada publik, sehingga masyarakat mengetahui pemicu terjadinya insiden tersebut.
”Jika terbukti gara-gara menu MBG, BGN harus memberikan rekomendasi yang konkret. Jika perlu, SPPG direkomendasikan untuk disuspensi,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti