Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sempat Viral, Warga Tamberu Barat Meninggal di Mobil akibat Serangan Jantung, Keluarga Tolak Otopsi

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 7 April 2026 | 09:30 WIB
OLAH TKP: Anggota Polsek Robatal mengecek TKP meninggalnya Suja
OLAH TKP: Anggota Polsek Robatal mengecek TKP meninggalnya Suja'i Prasutiyo di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang, Jumat (3/4). (HUMAS POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tak ada yang menyangka, Suja'i Prasutiyo akan meninggal secepat itu.

Warga Dusun Paniniran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang, itu meninggal saat perjalanan pulang usai berlibur di Waterpark Sampang Jumat (3/4).

Polres Sampang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, Suja'i Prasutiyo meninggal dunia karena terkena serangan jantung.

Hal ini disampaikan Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo.

Dia mengatakan, kematian Suja'i Prasutiyo sempat viral di media sosial (medsos) karena meninggal di dalam mobil. TKP yakni di jalan raya Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Jumat (3/4) sekitar pukul 15.00.

Eko mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi dalam peristiwa tersebut.

Dia mengungkapkan, korban bersama rombongan keluarga berniat berlibur ke tempat wisata Waterpark Sampang menggunakan mobil HRV warna putih nomor polisi (nopol) L 1552 DBK. Rombongan berangkat sekitar pukul 09.00.

”Rombongan bersama korban sampai di Waterpark Sampang pukul 11.00,” ungkapnya. 

Sekitar pukul 15.00, rombongan pulang ke arah Kecamatan Sokobanah, Sampang. Saat perjalanan pulang, korban mengeluh tidak enak badan.

Korban yang menjadi sopir berhenti di jalan raya Desa Pandiyangan untuk istirahat.

”Setelah itu korban meninggal dunia di posisi belakang pengemudi (sopir) di dalam mobil,” terangnya.

Eko menyatakan, warga berupaya membantu mengevakuasi korban dan menghubungi pihak RSUD Ketapang untuk dilakukan visum. 

Tapi, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Korban langsung dibawa pulang ke rumah duka.

Menurutnya, pihak keluarga korban tidak menuntut hukum pada siapa pun atas kejadian tersebut.

”Hasil analisis dan prediksi dari pihak RSUD Ketapang, korban meninggal diduga terkena serangan jantung,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#serangan jantung #otopsi #desa tamberu barat #meninggal #viral