SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang berencana akan membangun Puskesmas Pembantu Panyepen dan Polindes Jeruk Porot.
Selain itu, direncanakan akan membangun pagar Puskesmas Mandangin.
Dua paket kegiatan tersebut belum dikerjakan karena masih tahap penunjukkan konsultan perencana.
Baca Juga: Pengadaan Alkes di Dinkes KB Sampang Tuai Polemik, Anggaran Capai Ratusan Juta
Dinkes KB menunjuk CV Sandikarya untuk menggarap du paket perencanaan tersebut.
Namun, proses pengadaan dibatalkan karena penawaran harga di atas HPS atau di atas pagu anggaran.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes KB Sampang Nurul Sarifah menyampaikan, proses penunjukan konsultan perencana bukan dari instansinya.
Meskipun metode yang dipilih pengadaan langsung (PL), prosesnya dilakukan melalui kelompok kerja (pokja).
”Ada pejabat pengadaanya,” katanya saat dikonfirmasi JPRM kemarin (1/4).
Paket pengadaan jasa konsultan pembangunan Pustu Penyepen dan Polindes Jeruk Porot dianggarkan Rp 18 juta.
Paket konsultan perencanaan pembangunan pagar Puskesmas Mandangin diproyeksikan Rp 28 juta. Proses pengadaan dibatalkan pada pada tahap evaluasi.
Pejabat Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Muda Bagian Pengadaan Barjas Setkab Sampang Arief Pragalbo menyatakan, pengadaan konsultan perencaaan tersebut terpaksa diulang karena ada kekeliruan pada poin HPS.
”Karus kami ulang dan nanti akan dilanjutkan jika sudah diperbaiki,” katanya.
Menurutnya, dua paket tersebut terdapat kesalahan pada HPS karena tidak mengikuti perubahan harga terbaru.
Akibatnya, berkasnya terpaksa dikembalikan ke dinas terkait untuk direvisi.
”Secepatnya kami minta untuk diperbaiki supaya tidak terlalu lam. Padahal HPS yang terbaru sudah kami berikan tapi dinkes pakai bentuk yang lama,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri