SAMPANG, RadarMadura.id – Bangunan kelas SDN Rongtengah 5 ambruk pada Minggu (29/3). Pantauan media ini, bangunan yang roboh yakni kelas tiga dan empat.
Akibatnya, siswa terpaksa digabung karena kekurangan ruangan.
Kepala SDN Rongtengah 5 Surati menyampaikan, dirinya mengetahui ruang kelas ambruk dari warga sekitar.
Baca Juga: Konsultan Perencana PJU Belum Ditentukan
Dia menduga sekolah ambruk karena faktor cuaca buruk. Setelah dikonfirmasi, kelas ambruk diduga akibat faktor usia.
”Saya kira karena hujan atau angin, ternyata kondisi cuaca cerah saat kejadian kelas ambruk,” katanya kemarin (31/3).
Dia menjelaskan, kondisi bangunan kelas tersebut sudah lama rusak. Kayu penyangga atap keropos akibat dimakan rayap.
Tahun lalu kelas tersebut dikosongkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
”Kelas dua juga sama, tapi beruntung ada penyangga meja sehingga tidak sampai ambruk,” terangnya.
Perempuan asal Pamekasan itu menyatakan, pihaknya sudah memanfaatkan dana BOS untuk pemeliharaan gedung sekolah. Namun, anggaran yang dialokasikan tidak cukup.
”Jumlah siswa kami sedikit, jadi BOS-nya tidak banyak. Beberapa ada yang kami perbaiki menggunakan dana BOS,” ungkapnya.
Surati mengaku sudah melaporkan peristiwa bangunan yang ambruk itu kepada dinas terkait. Kabarnya tahun ini akan mendapatkan bantuan rehabilitasi.
”Alhamdulillah semoga segera terealisasi,” harapnya.
Baca Juga: Usulan HKI Daul Dug-Dug Ditolak
Terpisah, Kepala Dispendik Sampang Nor Alam menyampaikan, SDN Rongtengah 5 memang masuk sekolah penerima program revitalisasi tahun ini. Sekolah tersebut diusulkan sebelum gedung ambruk.
”Termasuk semua sekolah yang rusak parah kami punya datanya dan kami usulkan semua. Bukan kami tidak menanggapi, tapi sudah kami usulkan dan sekolah tinggal menunggu kabar,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri