SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tidak memiliki balai benih ikan (BBI).
Dampaknya, penguatan ketahanan pangan di sektor perikanan tak maksimal.
Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud menyatakan, selama ini pemerintah belum memiliki BBI karena keterbatasan anggaran.
Sehingga, lembaganya kesulitan untuk memberikan percontohan budi daya ikan.
Baca Juga: Polisi Buru Pikap Tabrak Lari Warga Robatal
Sebenarnya pembangunan BBI sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu. Bahkan, lembaganya telah menyusun studi kelayakan pembangunan BBI dengan estimasi biaya pembangunan sekitar Rp 2 miliar.
"Rencananya kami akan bangun di Omben, tapi karena efisiensi (saat Covid-19) tidak jadi," tambahnya.
Salah satu urgensi dari keberadaan BBI adalah untuk mendukung program ketahanan pangan melalui budi daya perikanan.
Namun, sampai saat ini tindak lanjut pembangunan tersebut tidak lagi dibahas.
"Saat ini yang bisa kami lakukan hanya memberikan bantuan benih dan pakan kepada pembudi daya," ungkapnya.
Baca Juga: Lonjakan Penduduk Kabupaten Sampang Berdampak ke UHC
M. Wahyudi, pembudi daya lele mengaku harus mendatangkan benih ikan dari luar daerah.
Yakni, dengan memanfaatkan koneksinya sesama pembudi daya.
Sebab, pemerintah tak memiliki BBI yang dapat mendukung keberlangsungan para pembudi daya.
"Harapannya, pemkab hadir dengan adanya BBI," katanya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri