SAMPANG, RadarMadura.id – Kapal tongkang dengan nomor lambung RMN 3340 yang terdampar di pesisir Kecamatan Ketapang, Sampang, sampai saat ini belum dievakuasi.
Padahal, kapal pengangkut batu bara itu terdampar sejak Jumat (23/1).
Syahbandar meminta segera evakuasi dengan metode balon apung.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Telaga Biru Edi Kiswanto mengatakan, dua hari terakhir kapal milik PT Prima Lestari Segara Abadi itu sudah mulai mempersiapkan proses evakuasi. Yakni dengan arahan menggunakan metode balon apung.
”Cuma kami akan meminta PBA (pekerja bawah air) memaparkan ke kantor metode kerjanya seperti apa, arahan kami dipersiapkan untuk teknis pengapungan balon,” katanya.
Dijelaskan, sebelumnya pihak owner kapal telah memprediksi akan melalukan evakuasi di akhir Januari atau awal Februari.
Dengan strategi menunggu ombak besar atau air pasang. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan mengingat tubuh kapal telah bersandar di atas karang.
”Khawatir kalau ditarik terjadi robekan di plat bajanya. Makanya metodenya menggunakan pakai balon,” tambahnya.
Edy menyampaikan, metode balon apung merupakan cara altenatif yang paling memungkinkan.
Sebab, percobaan dengan penarikan tagboat tidak berhasil.
Karena itu, saya meminta owner kapal bisa mempersiapkan segala peralatan,” ucapnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri