Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Inspektorat Periksa Pegawai Disperta, Terkait Hilangnya Mesin Hand Tractor Dua Tahun Berturut-turut

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:59 WIB
HILANG: Warga berada di sekitar TKP hilangnya mesin hand tractor, di halaman belakang kantor Disperta KP Sampang, Rabu (14/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
HILANG: Warga berada di sekitar TKP hilangnya mesin hand tractor, di halaman belakang kantor Disperta KP Sampang, Rabu (14/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Inspektorat Sampang sudah memanggil dan memeriksa sejumlah pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang. Namun, hasil pemeriksaan terhadap pejabat disperta itu tengah didalami.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pemanggilan terhadap pegawai Disperta KP Sampang dilatarbelakangi oleh hilangnya mesin hand tractor dua tahun berturut-turut.

Apalagi, disperta setiap tahun mengalokasikan anggaran tenaga keamanan sebesar Rp 189.000.000.

Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo membenarkan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pegawai disperta.

”Di antaranya Kasubbag keuangan, sekretaris, pengurus barang, dan petugas keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah meminta klarifikasi berkaitan dengan kehilangan mesin hand tractor. Kemudian, menanyakan akuntabilitas sistem keamanan.

”Berdasarkan informasi yang kami ketahui, disperta setiap tahun mengalokasikan anggaran tenaga keamanan yang cukup besar dalam setahun yakni sebesar Rp 189.000.000,” ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah mengonfirmasi penggunaan anggaran belanja tenaga keamanan tersebut. Pasalnya, dua tahun berturut-turut masih kehilangan mesin hand tractor.

”Kami tanyakan hal itu kepada pegawai disperta dan tenaga keamanan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Disperta KP Sampang memiliki tiga tenaga keamanan. Setiap bulan, tenaga keamanan diberi honor sebesar Rp 1.750.000.

”Jika dikalkulasikan, total gaji tiga petugas keamanan selama setahun Rp 63 juta. Tapi, nanti kami cek surat pertanggungjawabannya (SPj),” ujarnya.

Ari menyatakan, pihaknya masih terus mendalami penggunaan anggaran tenaga keamanan tersebut.

”Untuk menentukan kesimpulan, ada beberapa keterangan dan data-data yang perlu kami perkuat,” bebernya.

Ditambahkan, berdasarkan pengakuan dari pegawai disperta, mereka juga diperbantukan sebagai tenaga administrasi pada pagi hari mulai Senin–Jumat.

”Apakah gara-gara diperbantukan pada divisi lainnya, akhirnya kinerja tidak maksimal, itu sedang kami dalami,” bebernya.

Kepala Disperta KP Sampang Suyono mengungkapkan, mesin hand tractor yang hilang belum ditemukan. Kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Sampang.

”Harapan kami, Polres Sampang bisa mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Menurutnya, insiden raibnya mesin hand tractor tersebut sudah dilaporkan kepada bupati Sampang melalui inspektorat. Dia mengakui inspektorat sudah melakukan pemeriksaan terhadap institusinya.

”Kami tetap patuh pada aturan. Kalau kami diminta harus mengganti, kami ganti mesin yang hilang,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#mesin hand tractor #pegawai #inspektorat #hilang #Disperta KP #pemanggilan dan pemeriksaan