SAMPANG, RadarMadura.id - Pada 2025, terdapat 18 desa di Kabupaten Sampang yang kecipratan program bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Tahun ini, program tersebut belum jelas apakah masih berjalan atau tidak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Yudhi Adhidarta Karma mengatakan, anggaran BK untuk desa tahun ini belum jelas.
Pihaknya belum mendapatkan informasi dari Pemprov Jatim.
"Sampai sekarang kami belum menerima informasi", ujarnya kepada JPRM.
Menurutnya, program BK diberikan langsung Pemprov Jatim kepada pemerintah desa sebagai penerima.
Pemerintah desa berkewajiban untuk merealisasikan program tersebut sesuai peruntukannya.
Yudhi membenarkan jika pada 2025 banyak desa yang mendapatkan program BK dari Pemprov Jatim.
"Laporan realisasi pekerjaan BK langsung disampaikan pada Pemprov Jatim. Kami hanya memfasilitasinya.Terkait laporan, semuanya disampaikan langsung pada Pemprov Jatim," tuturnya.
Menurutnya, program BK tahun ini belum jelas. Pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Pemprov Jatim. "Kami menunggu kejelasan dari Pemprov Jatim", ujarnya.
Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim mengatakan, pihaknya belum menerima informasi berkaitan program BK 2026. "Kami juga belum menerima informasi berlanjut atau tidak program BK tahun ini", ucapnya
Salim menyatakan, pihaknya belum menerima keluhan dari Masyarakat berkaitan dengan realisasi program BK 2025. "Berarti semua program BK yang direalisasikan desa berjalan sebagaimana mestinya", tukasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri