Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Skrining CKG Bayi Bertambah

Amin Basiri • Senin, 12 Januari 2026 | 09:09 WIB

bayi

KESEHATAN: Petugas saat mengambil sampel bayi di puskesmas beberapa waktu lalu.
KESEHATAN: Petugas saat mengambil sampel bayi di puskesmas beberapa waktu lalu.

SAMPANG, RadarMadura.id – Program nasional skrining atau cek kesehatan gratis (CKG) pada bayi di Kabupaten Sampang terus berlanjut.

Bahkan, anggaran yang dialokasikan pada tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi mengatakan, target bayi yang akan diskrining sekitar 16 ribu bayi.

Belasan ribu bayi itu nanti akan menjalank screening hipotiroid kongenital (SHK) untuk mendeteksi gangguan hormon tiroid.

Khusus tahun 2025, sasaran bayi yang menjalani skrining baru mencapai 9.849 bayi.

"Sebab, banyak bayi lahir di luar puskesmas dan di luar daerah. Jadi sasaran skrining tidak sebanyak angka kelahiran," katanya.

Menurut dia, kegiatan pemeriksaan tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat melalui DAK Non Fisik. Nominalnya mencapai Rp 1.525.381.000.

Sementara anggaran skrining pada 2025 hanya Rp 1.432.788.000.

"Tahun ini lebih besar, karena belanja antigen per item," tambahnya.

Dia tidak menampik bahwa penyerapan anggaran tahun 2025 belum maksimal.

Sebab, sasaran bayi yang diambil sampel yang lahir di puskesmas.

Dengan demikian, bayi yang lahir di luar puskesmas tidak tercover program skrining.

"Ke depan tempat praktik bidan mandiri, dan rumah sakit swasta, menjadi sasaran kami," jelasnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sampang Siti Aisyah menyampaikan, semua bidan berkontribusi dalam mencapai cakupan skrining CKG melalui pemantapan pelatihan.

Sejauh ini, hasil screening menemukan dua bayi mengalami kelainan. Namun, setelah menjalani tes lanjutan di Surabaya, hasilnya dinyatakan negatif.

"Setelah melakukan tes, selanjutnya harus dilakukan pemeriksaaan ulang. Alhamdulillah hasilnya negatif," pungkasnya. (ay/yan)

Editor : Amin Basiri
#sampang #dinkes #skrining