SAMPANG, RadarMadura.id — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar aksi penanaman pohon bidara di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu (20/12).
Kegiatan pelestarian lingkungan tersebut mendapat dukungan dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Pemerintah Kabupaten Sampang, relawan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang turut terlibat langsung dalam aksi tanam pohon.
Ketua FPRB Sampang, Moh Hasan Jailani, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya menargetkan penanaman sebanyak 11 ribu pohon di sejumlah wilayah rawan bencana di Kabupaten Sampang.
Ribuan pohon tersebut ditanam di Kecamatan Karang Penang serta di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, yang merupakan satu-satunya wilayah kepulauan di Kabupaten Sampang.
“Secara historis, Pulau Mandangin dikenal sebagai daerah yang banyak ditumbuhi pohon bidara. Karena itu, kami menginisiasi penanaman kembali pohon bidara sebagai upaya menjaga ekosistem dan karakter alam Mandangin,” ujar pria yang akrab disapa Mamak itu.
Ia menjelaskan, gagasan penanaman pohon bidara di Pulau Mandangin berawal dari diskusinya bersama Sekretaris Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, sekitar satu tahun lalu.
Dari diskusi tersebut, muncul kesepahaman untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui penanaman pohon bidara yang memiliki nilai ekologis dan historis bagi masyarakat Mandangin.
Mamak berharap, kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan dan mampu mengurangi potensi bencana di wilayah kepulauan.
“Semoga dengan langkah kecil ini, Pulau Mandangin semakin terjaga dan kita semua dijauhkan dari bencana alam seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah di Pulau Sumatera,” harapnya.
Sementara itu, Ketua AJS Sampang, Hendriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) AJS ke-18.
Menurutnya, Pulau Mandangin memiliki posisi strategis dan menjadi satu-satunya pulau berpenghuni di Kabupaten Sampang yang perlu dijaga bersama kelestarian lingkungannya.
“Mandangin adalah aset bersama. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk merawat dan menjaga lingkungan di Pulau Mandangin,” tegasnya.
Selain aksi penanaman pohon, AJS juga mengemas kegiatan tersebut dengan agenda bertajuk Eksplor Pesona Mandangin yang bertujuan memperkenalkan potensi wisata dan budaya lokal.
Rangkaian kegiatan tersebut di antaranya refleksi AJS di kawasan pantai Pasir Putih Pulau Mandangin serta menikmati panorama matahari terbit di destinasi wisata Candin.
Baca Juga: FPRB Sampang Sasar Gen Z untuk Pelestarian Lingkungan
“Di Pulau Mandangin ini banyak potensi alam dan wisata yang perlu dieksplorasi dan dikelola secara berkelanjutan. Ini yang terus kami dorong,” paparnya.
Manager Regional Office and Relations HCML, Hamim Tohari, melalui Officer Site Relations, Feri Ferdiansyah, menyatakan bahwa HCML memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Pada tahun 2024, HCML telah melakukan penanaman sebanyak 12 ribu pohon yang tersebar di Kabupaten Sumenep dan Sampang.
“Sementara pada tahun ini, kami menargetkan penanaman 13 ribu pohon, dengan rincian 11 ribu pohon di Kabupaten Sampang dan dua ribu pohon di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Feri mengapresiasi inisiatif FPRB Sampang yang dinilainya sebagai salah satu forum paling aktif dalam kegiatan lingkungan dan kebencanaan di Madura, serta dukungan relawan dan AJS dalam aksi tersebut.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Pulau Mandangin untuk bersama-sama merawat pohon yang telah ditanam agar memberikan manfaat jangka panjang.
Baca Juga: AHY Tanam Pohon, Dukung Universitas Trunojoyo Madura Jadi Green Campus
“Jika penanaman pohon tahun ini berhasil dan terawat dengan baik, maka pada tahun depan kami siap kembali mendukung kegiatan penanaman pohon di Pulau Mandangin,” ungkapnya.
Asisten I Sekretariat Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengaku antusias mengikuti kegiatan penanaman pohon bidara tersebut. Bahkan, pihaknya turut mengajak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk hadir dan terlibat.
Menurutnya, pohon bidara memiliki nilai filosofis, ekologis, serta manfaat yang besar bagi lingkungan dan masyarakat.
“Pohon bidara ini dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat. Semoga ke depan bisa membuat Pulau Mandangin semakin sejuk serta mampu menekan potensi kerusakan lingkungan,” pungkasnya. (bil/dry)
Editor : Hendriyanto